sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kontroversi keberadaan OJK

Keberadaan OJK sejak tahun 2013 kerap mengundang kontroversi.

Fajar Yusuf Rasdianto
Fajar Yusuf Rasdianto Sabtu, 11 Jul 2020 21:55 WIB
Kontroversi keberadaan OJK
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 130718
Dirawat 39017
Meninggal 5903
Sembuh 85798

Setelah sempat meredup, wacana pembubaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyeruak pada awal Juli lalu. Kantor berita Reuters pada Kamis (2/7) mengabarkan soal kekecewan Presiden Jokowi terhadap kinerja OJK semasa pandemi.

Persoalan restrukturisasi kredit yang masih minim, dan sejumlah kasus lain yang melibatkan perbankan Tanah Air menjadi pemicu utama atas kekecewaan itu. Buntutnya, Jokowi dikabarkan ingin fungsi pengawasan perbankan dikembalikan kepada BI.

Komisi XI DPR RI pun lagi-lagi merespons pernyataan itu dengan serius. Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto bahkan mengancam dengan rencana penggantian kepemimpinan di tubuh OJK. Salah satu persoalan ini juga dipicu dengan ditetapkannya Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fahri Hilmi sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya.

Simak artikel selengkapnya disini.

Sponsored

Berita Lainnya