logo alinea.id logo alinea.id

Berita tanpa narasumber, media Lampu Hijau dilaporkan ke Dewan Pers

Ade Yasin merasa dirugikan disebut menyunat dana saksi paslon 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 06 Mei 2019 10:56 WIB
Berita tanpa narasumber, media Lampu Hijau dilaporkan ke Dewan Pers

Bupati Bogor, Ade Yasin, melaporkan media Lampu Hijau ke Dewan Pers atas pemberitaan dirinya terkait Pemilu 2019. Sebagai Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat pasangan calon presiden-calon wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade merasa dirugikan atas pemberitaan media tersebut.

Terlebih dalam pemberitaannya, Lampu Hijau tak ada satu pun menyertakan narasumber. “Kita ingin Dewan Pers menguji tiga berita di media Lampu Hijau, apakah sudah sesuai kode etik jurnalistik atau terjadi pelanggaran kode etik jurnalistik,” kata kuasa hukum Ade Yasin, Fitriati, dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta pada Senin (6/5).

Fitriati menjelaskan, tiga berita yang dilaporkan kliennya ke Dewan Pers, pertama, berjudul 'Gawat, Bupati Bogor Diduga Sunat Dana Saksi Pilpres Paslon Jokowi-Amin'. Berita tersebut diketahui ditayangkan di portal berita www.lampuhijau.co.id pada Kamis, 2 Mei 2019 pukul 19.07 WIB di rubrik Political News.

Dalam berita itu, Ade Yasin disebut menyunat atau memotong dana saksi berkisar Rp50 ribu sampai Rp74 ribu per saksi. Pemotongan dilakukan pada kurun waktu 25 April 2019 sampai 2 Mei 2019. Adapun jumlah saksi di Kabupaten Bogor untuk paslon 01 pada Pilpres dan Pileg 2019 sekitar 14.000 orang.

Kemudian, berita kedua di rubrik dan hari yang sama berjudul 'Heboh! Dana Saksi Digunakan Bupati Bogor untuk Nyawer Ipar?'.  Di berita kedua itu, dana saksi yang disunat Ade Yasin disebut dipakai untuk nyawer atau membeli suara yang diperuntukkan bagi caleg DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil Jabar V bernama Elly Halimah Yasin.

Elly Halimah Yasin atau dikenal Elly Rahmat Yasin adalah istri mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin yang terkena kasus korupsi. Elly Yasin merupakan kakak ipar Ade Yasin. 

Sedangkan berita ketiga berjudul 'Dana Saksi Capres 01 Diduga Disunat dan Digunakan Bupati Bogor Buat “Nyawer” Suara Ipar' di Surat Kabar Lampu Hijau edisi Jumat, 3 Mei 2019.

“Apakah boleh menggunakan sumber anonim? Masa berita gak ada narasumbernya satu pun. Kita minta Dewan Pers menguji apa boleh nulis berita tanpa satu pun narasumber?” kata Fitriati.

Sponsored

Menurutnya, langkah pelaporan ke Dewan Pers ini bukan merupakan upaya mengkriminalisasi media, melainkan bentuk penghormataan terhadap kemerdekaan pers.

Fitriati mengatakan, langkah yang diambil bersama empat kuasa hukum lainnya, yaitu Rosadi, Deni Firmansyah, Ikhsan Andriyas, dan Usep Supratman sudah sesuai amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menerangkan jika terjadi sengketa pemberitaan, maka jalur penyelesaiannya melalui Dewan Pers. (Ant)

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB