sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Viral, Kemenag Gresik jadi korban hoax #2019GantiPresiden

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Markus Firdaus, menjadi korban hoax akun Facebook #2019GantiPresiden.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Selasa, 09 Jul 2019 01:47 WIB
Viral, Kemenag Gresik jadi korban hoax #2019GantiPresiden

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Markus Firdaus, menjadi korban hoax akun Facebook #2019GantiPresiden.

Spontan, karangan bunga ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Markus sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik dari Pdt. Hendry Hariyono, MTh dan Jemaat Gereja Kemah Tabernakel menjadi viral di media sosial. 

Netizen dengan akun #2019GantiPresiden melakukan perundungan (bully) Markus karena dengan karangan bunga tersebut terkesan Markus seorang nasrani.

Dalam akun tersebut menyebut 'Lengkap sudah era Jae! Kakanwil Agama Gresik dipegang pendeta'. Akun Twitter Dian Iskandar juga mem-bully dengan kalimat 'Ketika mayoritas diatur minoritas'.

Komentar itu langsung dibalas oleh netizen lain dengan akun Muhammad Sahlan yang menyebut bahwa Markus adalah seorang muslim.

Kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Markus Firdaus saat dikonfirmasi mengaku dirinya memang sudah mengetahui menjadi korban bully dan berita hoax di Facebook maupun Twitter. Padahal Markus tidak kenal pengirim karangan bunga tersebut.

“Saya tidak kenal pengirimnya. Cuma dia bilang pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama),” ujar Markus Firdaus, saat dikonfirmasi pada Senin (8/7).

Alumni Universitas Negeri Surabaya itu tidak mempersoalkan dirinya sedang ramai diperbincangkan di medsos. Markus Firdaus mengaku nama sebenarnya adalah Mahrus. 

Sponsored

Mengingat logat orang Madura agak berbeda, sehingga memanggilnya menjadi Markus. Hingga akhirnya, nama di dalam ijazah sekolah menjadi Markus Firdaus.

“Wajar kalau orang tanya itu karena dari sisi nama seperti itu. Kalau sudah kenal akan memahami siapa saya, bagaimana komitmen saya dengan toleransi,” papar alumni Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatus Shibyan, Seratengah Bluto, Sumenep, Madura tersebut.

Meski di-bully, mantan Humas Kanwil Kemenag Jatim selama dua tahun itu mengucapkan terima kasih kepada orang yang mengirim karangan bunga. “Kita harus saling menghormati dan menghargai demi kemajemukan bangsa tercinta ini," paparnya. 

Pria kelahiran Sumenep tahun 1976 itu mulai menjabat Kepala Kemenag Kabupaten Gresik sejak Jumat (5/7) dan dilantik oleh Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Pusat. Markus akan fokus melanjutkan yang sudah baik, dan melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik lagi tentunya.

“Kami harapkan dengan adanya Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik yang saya pegang sementara ini, bisa membawa kebaikan,” pintanya.