sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

11,5 Juta orang sudah divaksin dosis kedua per 11 Juni

Pemerintah menerangkan, tidak ada kendala berarti dalam penyediaan vaksin Covid-19 di Indonesia hingga kini.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 12 Jun 2021 12:09 WIB
11,5 Juta orang sudah divaksin dosis kedua per 11 Juni

Pemerintah terus menjalankan program vaksinasi Covid-19. Hingga 11 Juni, pukul 18.00 WIB, sebanyak 11.534.345 orang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua. 

Masyarakat yang sudah mendapatkan dosis kedua terdiri dari kelompok lanjut usia (lansia), tenaga kesehatan (nakes), dan petugas publik. Sementara itu, 19.834.929 orang lainnya baru mendapatkan vaksin dosis pertama.

Pemerintah menargetkan 40.349.049 orang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Adapun cakupan vaksinasi tahap kedua baru mencapai 49,16% untuk dosis pertama dan 28,59% dosis kedua.

Vaksinasi tahap pertama, yang menargetkan nakes, cakupannya sudah mencapai 104,1% untuk dosis pertama dan 95,07% untuk dosis kedua. Adapun sasaran pada tahap pertama untuk nakes sebanyak 1.468.764 orang.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.529.037 nakes sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.396.410 telah mendapatkan dosis kedua.

Sedangkan sasaran pada tahap kedua, yang menyasar petugas publik, ditargetkan sebanyak 17.327.167 orang. Data pemerintah menunjukkan, 14.390.190 petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 7.745.521 orang telah mendapatkan dosis kedua.

Sementara itu, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang. Hingga kini, sebanyak 3.839.978 lansia telah divaksinasi dosis pertama dan 2.382.111 lansia sudah menerima dosis terakhir.

Sebanyak 1.827.495 tenaga pendidik juga sudah menerima vaksin dosis pertama dan 1.105.574 lainnya disuntik dosis kedua. Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari.

Sponsored

Juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menerangkan, pemerintah terus berupaya program vaksinasi berjalan lancar dan setiap target bisa dicapai. Sejauh ini, tidak ada kendala penyediaan vaksin.

"Tentu untuk ketersediaan vaksin harus kita upayakan dan monitor terus pengiriman dari produsennya, tapi sampai saat ini masih aman," jelasnya kepada wartawan, Jumat (12/6).

Dia mengungkapkan, satu juta dosis vaksin Sinopharm yang bakal digunakan untuk program vaksinasi gotong-royong telah tiba kemarin. "(Ini) akan menambah 500.000 kemarin."

Mengenai kembali naiknya kasus Covid-19 di beberapa daerah, terang Nadia, pemerintah telah berupaya menghentikan tren negatif tersebut. "Tetap perkuat microlockdown, disiplin protokol kesehatan, penguatan testing-tracing, menyiapkan sarana dan prasarana ruang perawatan," tuturnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap, target vaksinasi 700.000 ribu per hari bisa tercapai. "Juli 2021, kita sudah masuk pada target vaksinasi per hari 1 juta," katanya saat meninjau vaksinasi massal di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, masifnya pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air mendapat pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Immunization Officer WHO Indonesia, Olivi Silalahi, mengatakan, Indonesia berhasil menunjukkan langkah tegas dengan mempercepat dan memaksimalkan program vaksinasi nasional sebagai upaya mengakhiri pandemi.

"Untuk negara yang belum bisa memproduksi vaksin sendiri, Indonesia sudah termasuk advance dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19. Tantangannya menjangkau kelompok-kelompok rentan," ungkapnya dalam sebuah webinar.

Berita Lainnya