sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Alasan polisi menangkap mahasiswa yang memperingati hari HAM

Para mahasiswa diduga melanggar aturan yang mengganggu aktivitas masyarakat pada saat membubarkan diri usai aksi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 11 Des 2019 15:55 WIB
Alasan polisi menangkap mahasiswa yang memperingati hari HAM
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan alasan kepolisian menangkap belasan mahasiswa yang melakukan aksi saat memperingati hari hak asasi manusia (HAM) sedunia pada Selasa, 10 Desember 2019. 

Menurut Yusri, mereka ditangkap oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat karena melebihi batas waktu yang ditentukan. Selain itu, mereka juga diduga melanggar aturan yang mengganggu aktivitas masyarakat pada saat membubarkan diri usai aksi.

“Jadi, 14 mahasiswa ini selesai demo dari Istana Merdeka, kembalinya itu mengganggu ketertiban dengan menutup jalan. Kebetulan juga pembatas jalan yang sepeda motor itu dilempar ke tengah-tengah jalan raya,” kata Yusri saat dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu (11/12).

Tak berhenti sampai di situ, kata Yusri, para mahasiswa tersebut kemudian membuat kericuhan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Bahkan, para mahasiswa tersebut juga melakukan aksi vandalisme pada fasilitas umum. “Mereka juga mencoret-coret di depan Sarinah itu,” tuturnya.

Sponsored

Lebih lanjut, Yusri mengatakan, setelah berhasil ditangkap polisi, mahasiswa-mahasiswa tersebut didata. Selanjutnya, diserahkan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Penyerahan 14 mahasiswa itu dilakukan pada pukul 22.00 WIB.

"Dibawa, kemudian didata oleh petugas dari Polres Jakarta Pusat. Jam 10 malam baru diserahkan kepada LBH dan juga rekan-rekan dari KontraS," ujar Yusri.

Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi peringatan hari HAM internasional di Istana Negara, Jakarta pada Selasa, 10 Desember 2019. Selain mahasiswa, turut hadir pula buruh dan elemen masyarakat dalam aksi tersebut.

Berita Lainnya