logo alinea.id logo alinea.id

Bekasi akan punya data center untuk pelayanan publik

Data center yang dimiliki Pemkab Bekasi dapat disewakan kepada pihak swasta. Sehingga bisa menghasilkan pendapatan daerah.

Mona Tobing
Mona Tobing Selasa, 10 Apr 2018 13:09 WIB
Bekasi akan punya data center untuk pelayanan publik

Pusat integrasi data atau data center milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi Jawa Barat selesai dibangun. Data center nantinya dapat melayani permintaan publik.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi, Beny Saputra menjelaskan, saat ini data center Bekasi dipakai untuk kepentingan Pemkab Bekasi dahulu. Paling lambat pertengahan tahun sudah siap go public.  

Beni mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan data center untuk keperluan sejumlah koneksi aplikasi di aparatur pemerintahan setempat. Seperti KTP elektronik, sistem perencanaan Bappeda, jaringan Simda keuangan dan aset layanan pengadaan elektronik, juga e-puskesmas. 

Data center ini juga akan digunakan untuk menyusun aplikasi pemantau kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) bertajuk e-kinerja atau kinerja elektronik yang mulai diberlakukan tahun ini. Melalui e-kinerja tersebut nantinya akan dihitung jumlah tunjangan ASN berdasarkan kinerja, selain tentunya juga tingkat kehadiran ASN.

"Setelah melayani internal di lingkup Pemda, kami akan coba tarik konsumen swasta seperti kawasan industri dan pihak lain yang berminat menyimpan datanya di fasilitas data center," Beni pada Selasa (10/4) seperti dikutip Antara.

Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menambahkan bahwa perkembangan teknologi saat ini menuntut semua pihak untuk mampu meningkatkan sarana dan prasarana di bidang teknologi. Selain itu, ke depan setiap perencanaan pemerintah daerah akan lebih baik dan matang. Sehingga dapat menjaring pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor teknologi informatika.

Eka juga memuji bahwa pencapaian Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) yang sukses dengan menjadi pilot project layanan jaringan FO (Fiber Optic) kemarin. "Ini tantangan baru mereka, menyulap data center menjadi kontribusi PAD," kata Eka.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Jejen Sayuti menyebut pembangunan data center Pemkab Bekasi layak menjadi program percontohan daerah lain. Ini merupakan proyek percontohan pusat akses dan penyimpanan data terpadu bagi Pemda lain. Terlebih sudah pakai tier 3 dan lebih canggih dari Kementerian. 

Sponsored

Jejen juga mengatakan bahwa kehadiran pusat data ini berpotensi besar mampu menambah PAD sektor teknologi informatika jika mampu bersaing dengan pihak swasta. Selama ini, pusat data terdekat adanya di Jatiluhur, Purwakarta dan itu milik swasta. Apabila konsumen di Jawa Barat menyewa data center dipastikan PAD yang bisa dihasilkan bisa lebih tinggi.