sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Demo pelajar STM melawan hingga malam

Ratusan pelajar STM masih bertahan dan terus menyerang petugas kepolisian dalam aksi unjuk rasa hingga malam di Palmerah.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 25 Sep 2019 19:54 WIB
Demo pelajar STM melawan hingga malam
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Ratusan pelajar STM masih bertahan dan terus menyerang petugas kepolisian dalam aksi unjuk rasa hingga malam.

Pelajar STM (Sekolah Teknik Menengah/Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) itu berunjuk rasa menolak RUU KUHP pada Rabu (25/9) sejak siang hingga malam. Meski diancam akan ditangkap, para pelajar enggan untuk beranjak pulang. 

"Pulang sekarang adik-adik, kalau tidak kami akan menangkap kalian," teriak petugas dengan pengeras suara.

Imbauan itu malah disoraki pelajar. "Hidup pelajar! Hidup pelajar!" teriak mereka sembari bertepuk tangan. 

Pantauan Alinea.id di lokasi, petugas menembakan gas air mata berkali-kali. Polisi berusaha membubarkan massa pelajar yang bertahan di sekitar rel kereta api Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, tepat di belakang Gedung DPR/MPR.

Sementara itu, ruas jalan di sekitar kompleks DPR tepatnya menuju Kebayoran Lama, Jakarta Selatan lumpuh total. Nampak badan jalan dipenuhi material seperti batu dan kayu.

Aksi pelajar ini telah berlangsung sejak siang tadi sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya mereka melakuan demonstrasi biasa dan menyerukan penolakan terhadap sejumlah UU yang direvisi DPR dan Pemerintah.

Awalnya, polisi mampu menghalau demonstran ke arah perlintasan kereta api di Jalan Palmerah Selatan dari belakang Gedung DPR RI.

Sponsored

Lalu para pendemo menyanyikan lagu nasional setelah menghentikan serangan kepada polisi yang bertugas. Namun, tidak lama setelah itu pedemo meluncurkan kembang api ke arah atas sehingga polisi menembakkan gas air mata.

Karena kondisi jalan yang sempit dan masih banyak warga yang berkumpul sehingga gas air mata mengenai warga yang turut berlindung di dekat bangunan sekitar Jalan Palmerah Selatan termasuk Apartemen Permata Senayan.

Beberapa warga secara langsung mengalami batuk dan mengeluarkan air mata, serta mengeluhkan sesak nafas.

Ditemukan juga para pedemo terluka pada bagian kepala maupun kaki akibat penembakkan gas air mata yang juga berdampak pada warga sekitar yang menonton demo tersebut. Demo berlangsung ricuh, para siswa berakhir melempari petugas keamanan dan seluruh bagian di belakang Gedung DPR RI. 

Berita Lainnya