sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPR minta kepolisian evaluasi izin keramaian di tengah pandemi Covid-19

Kegiatan pengumpulan massa diharapkan ditunda untuk menekan penyebaran coronavirus.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 19 Mar 2020 14:55 WIB
DPR minta kepolisian evaluasi izin keramaian di tengah pandemi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry meminta aparat kepolisian mengevaluasi penerbitan izin keramaian untuk kegiatan pengumpulan massa di seluruh daerah, untuk menekan penyebaran coronavirus di Indonesia. Aparat diharapkan dapat melakukan komunikasi dengan panitia pelaksana agar kegiatan ditunda sampai pemerintah menyatakan telah berhasil menangani pandemi Covid-19.

"Saya meminta aparat kepolisian mengevaluasi semua izin kegiatan pengumpulan massa di seluruh daerah," kata Herman lewat keterangan tertulis yang diterima Alinea.id di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya, aparat kepolisian termasuk panitia kegiatan, harus mengikuti arahan Presiden Joko Widodo yang mengimbau penerapan social distancing untuk mencegah penularan virus corona tipe dua tersebut.

Herman pun menyampaikan keprihatinannya atas pelaksanaan upacara penahbisan Mgr Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng, di Ruteng, Manggarai, NTT. Sebab acara ini tetap berlangsung hari ini, kendati telah ada peringatan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 agar panitia membatalkannya.

"Saya berharap panitia pelaksana sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kesehatan pengunjung acara tersebut," katanya.

Politikus PDIP ini pun meminta aparat agar melakukan komunikasi yang baik agar panitia pelaksana menunda kegiatan keramaian, hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah. Walaupun ia mahfum telah banyak acara-acara pengumpulan massa yang disiapkan sebelum terjadi pandemi Covid-19. 

Ia mencontohkan gelaran Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang jauh-jauh hari dijadwalkan berlangsung pada  19-22 Maret 2020. Namun kegiatan yang melibatkan ribuan orang dari sembilan negara dan 26 provinsi di Indonesia tersebut akhirnya dibatalkan. 

Ia pun mengapresiasi langkah tanggap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo lantaran telah pro aktif akan hal tersebut. Herman pun meminta kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran diri, agar penyebaran virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China itu tidak semakin meluas di tanah air.

Sponsored

"Saya paham bahwa kedua acara tersebut sudah dirancang sejak lama. Tapi, kita juga harus mengantisipasi perluasan penyebaran virus corona. Kita tentu saja tidak ingin adanya lonjakan penderita seperti yang dialami Malaysia selepas acara sejenis," ujar dia.

Berita Lainnya