sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Eggy Sudjana: Belum ada agenda selain silaturahmi pada reuni 212

Eggi mengharapkan masyarakat membedakan peringatan 212 bersifat keagamaan.

Dimeitri Marilyn
Dimeitri Marilyn Senin, 12 Nov 2018 18:54 WIB
Eggy Sudjana: Belum ada agenda selain silaturahmi pada reuni 212
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 116871
Dirawat 37530
Meninggal 5452
Sembuh 73889

Penasihat persaudaraan Alumni ( PA) 212 Eggi Sudjana berharap pada perhelatan peringatan 212 yang akan dilaksanakan pada 2 Desember 2018, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bisa kembali ke tanah air. Selain itu, Eggi memastikan belum ada agenda lainnya pada reuni 212, selain memperingati bagaimana dulu umat muslim bersatu pada 2016. 

"Persiapan reunian sedang dipersiapkan. Insya Allah sudah hampir 70%. Semoga juga Habib Rizieq Shihab bisa ikut dalam peringatan tersebut," kata Eggi Sudjana, Senin (12/11).

Eggi Sudjana juga sempat menyinggung soal memo yang beredar di internal FPI mengenai seruan Rizieq untuk mendukung Prabowo-Sandi, menjadi Presiden 2019.  

Memo internal itu adalah perintah langsung dari Rizieq Shihab untuk semua pengurus dan anggota FPI di seluruh Indonesia."Iya soal itu benar. Tapi masih dibicarakan oleh internal kami. Kami upayakan agar Pak Habib Rizieq bisa datang juga," ujar Eggi Sudjana.

Namun, saat disinggung apakah maklumat Rizieq Shihab tersebut harus dipatuhi semua anggota FPI, Eggi memilih sikap berhati- hati. Apalagi saat disinggung perihal salah satu agenda yang bakal dilakukan pada reuni akbar mendatang adalah seruan masyarakat muslim agar memilih Prabowo- Sandiaga di Pemilihan Presiden 2019.

"Sampai saat ini kami hanya memperingati perhelatan para muslim di Indonesia pada 2 Desember. Belum membicarakan agenda tersembunyi apapun," ujar Eggi Sudjana.

Secara bijaksana, Eggi mengharapkan masyarakat membedakan peringatan 212 bersifat keagamaan. Sementara untuk dukungan terhadap pasangan calon tertentu adalah pilihan dalam berpolitik.

"Ini yang harus digarisbawahi bahwa peringatan 212 sejauh ini hanya memperingati bagaimana dulu umat muslim dihina oleh sosok pejabat. Sementara dukungan memilih siapa adalah pilihan seseorang," ucapnya.

Sponsored

Seperti diketahui sebelumnya aksi bela 212 terjadi pada dua tahun lalu, yakni pada 2 Desember 2016. Gerakan ini terjadi lantaran kecewa dengan statemen mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung ayat 51 surah Al-Maidah.

Berita Lainnya