sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gubernur Papua minta tindak tegas para perusuh

Gubernur Papua Lukas Enembe meminta tindakan membuat onar dan kerusuhan harus ditindak dengan tegas karena merugikan banyak orang.

Sukirno
Sukirno Selasa, 03 Sep 2019 01:01 WIB
Gubernur Papua minta tindak tegas para perusuh

Gubernur Papua Lukas Enembe meminta segala bentuk tindakan menyampaikan pendapat di luar kewajaran dan membahayakan masyarakat umum agar ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

"Dalam menyampaikan pendapat, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua di mana saja berada untuk melakukan koordinasi dengan pihak keamanan guna menghindari adanya pihak-pihak lain yang akan memanfaatkan atau menunggangi dengan kepentingan tertentu melalui cara-cara anarkis untuk merusak kedamaian di Bumi Cenderawasih," katanya di Jayapura, Senin (2/9).

Dia menambahkan pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk menjaga ketertiban selama menyampaikan pendapat, tidak melakukan pengrusakan fasilitas umum, kantor-kantor pemerintah dan bangunan-bangunan milik masyarakat.

"Kami juga mengimbau pihak keamanan, dalam hal ini TNI/Polri dalam menangani penyampaian pendapat oleh masyarakat Papua, baik di Papua maupun di wilayah lain di Indonesia agar mengedepankan penanganan yang persuasif," ujarnya lagi.

Menyikapi situasi Papua terkini, menurut Lukas, Provinsi Papua dikenal sebagai miniatur Indonesia sesungguhnya yang ber-Bhineka Tunggal Ika, penduduknya multietnis, multiagama, multibudaya yang hidup berdampingan secara damai di mana masyarakat asli Papua menyambut baik dan memperlakukan masyarakat non-Papua secara terhormat dan sejajar.

"Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kami berharap kehadiran masyarakat Papua di berbagai wilayah provinsi di Indonesia harus juga diperlakukan sama," ujarnya.

Dia menjelaskan hal ini merupakan komitmen bersama sebagai anak-anak bangsa untuk mewujudkan Papua damai, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan beretika secara budaya.

"Mari bersama-sama dengan prinsip kasih menembus perbedaan untuk melakukan perubahan Papua demi kemuliaan rakyat Papua dalam bingkai NKRI," katanya lagi dalam menyikapi situasi Papua terkini. 

Sponsored

Situasi saat ini

Sementara itu, Pejabat Kodam XVII/Cenderawasih mengklaim situasi dan kondisi di Wamena, ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua kondusif.

"Kita sudah konfirmasi di lapangan lewat Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto bahwa situasi terakhir sampai hari ini tidak ada yang menonjol, semua normal dan kondusif," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto di Kota Jayapura, Papua, Senin (2/9).

Hanya saja, kata dia, guna mengambil langkah antisipasi pengamanan agar efek atau dampak dari kejadian di Kota Jayapura dan sekitarnya tidak merembet, maka dilakukan patroli bersama anggota kepolisian setempat.

"Memang ada kekhawatiran melihat situasi di Kota Jayapura, sehingga digelar patroli hingga tadi malam dan hari ini situasi nampak normal, warga beraktivitas seperti biasa," katanya.

Eko tidak menampik bahwa ada warga yang ke markas Kodim 1702/Jayawijaya guna mencari informasi dan pengamanan karena mendengar situasi di Kota Jayapura.

"Mereka mendatangi Kodim Jayawijaya, menanyakan bagaimana dengan kondisi mereka di situ. Terkait hal ini sudah diantisipasi oleh pihak keamanan setempat," katanya.

Ketika ditanya apakah ada penambahan personel TNI ke Wamena dan sekitarnya, Eko mengaku hal itu belum ada karena personel yang ada cukup untuk mengamankan situasi setempat.

"Belum ada. Tapi apakah yang datang ke Jayapura itu akan kesana tapi belum pasti, kan ada Brimob juga. Soal marinir belum pasti. Kalau ke yang naik kapal dari pelabuhan Jayapura ke Nabire atau sekitar daerah pesisir itu mungkin dari marinir," katanya. (Ant)