sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IDI: Vaksin Covid-19 Sinovac aman digunakan

Salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai kekebalan kelompok.

Andi Adam Faturahman
Andi Adam Faturahman Rabu, 13 Jan 2021 23:47 WIB
IDI: Vaksin Covid-19 Sinovac aman digunakan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Vaksin Covid-19 Sinovac buatan perusahaan asal China aman digunakan. Juru Bicara Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Erlina Burhan mengatakan, jika vaksin tidak aman tentu para pemimpin seperti Presiden, menteri, dan perwakilan masyarakat tidak akan bersedia untuk divaksin.

"Ketua Umum IDI, Daeng M. Faqih juga ikut divaksin bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunjukkan kepada para tenaga medis supaya tidak perlu ragu lagi menjalani vaksinasi saat gilirannya nanti," ungkapnya dalam keterangan tertulis (13/1).

Menurut Erlina, proses vaksinasi perdana yang disiarkan secara langsung pagi hari tadi, merupakan hal yang sangat baik untuk menujukkan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan terjamin kemanannya.

Lanjut dia, salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), yang bisa dicapai apabila 70% masyarakat Indonesia sudah divaksin Covid-19. 

Sponsored

Sehingga bisa melindungi 30% masyarakat lainnya yang tidak bisa divaksin atau menjadi kelompok yang rentan kesehatannya. "Kalau banyak masyarakat yang menolak vaksinasi, maka kekebalan kelompok tidak akan tercapai, sehingga penularan akan terus berlangsung. Sementara kondisi kita sekarang ini saja sudah sangat sulit. Tidak bisa kita terus-terusan seperti ini," bebernya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa MUI juga telah mengeluarkan fatwa halal dan suci terhadap vaksin Covid-19. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah menerbitkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) bagi vaksin CoronaVac buatan Sinovac, dengan efikasi sebesar 65,3% melebihi batas minimal yang ditetapka World Health Organization (WHO) sebesar 50%.

"Proteksi yang diberikan oleh vaksin Covid-19 apapun dengan tingkat efikasi di atas 50%, pastinya jauh lebih baik daripada tidak divaksin sama sekali," tutup Erlina.

Berita Lainnya