logo alinea.id logo alinea.id

Karhutla meluas di Riau dan Sumsel, banyak warga mulai terserang ISPA

Pemprov Riau telah menginstruksikan pendirian posko layanan kesehatan untuk melayani warga terdampak karhutla.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 10 Sep 2019 15:22 WIB
Karhutla meluas di Riau dan Sumsel, banyak warga mulai terserang ISPA

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Sumatera Selatan terus meluas dalam satu pekan terakhir. Masyarakat mulai banyak yang terkena serangan infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA akibat tebalnya kabut asap.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, terdapat 257 titik api yang terdeteksi di Riau dalam satu pekan terakhir. Adapun di Sumatera Selatan jumlahnya mencapat 143 titik.

“Di Riau pekan sebelumnya 104, minggu ini 257. Sedangkan di Sumatera Selatan minggu ini ada 143 spot api dari sebelumnya 40,” kata Dedi di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (10/9).

Dedi mengagtakan, luas lahan yang terbakar di Riau mencapai 491,76 hektare. Adapun di Sumatera Selatan luasnya mencapai 7,79 hektare.

Tebalnya kabut asap akibat karhhutla telah menyebabkan gangguan kesehatan di masyarakat. Di Kota Pekanbaru, Riau, puluhan siswa SDN 153 Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, terserang ISPA. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru belum memberi arahan atas kondisi ini. 

“Ada sekitar 20 anak yang terserang ISPA. Itu merata dari kelas tinggi sampai rendah,” kata Roza, guru SDN 153 di Pekanbaru, Riau.

Menurutnya, pekatnya kabut asap yang timbul akibat karhutla yang terjadi di wilayah tersebut, telah menimbulkan gangguan terhadap para siswa sejak Sabtu pekan lalu. Namun Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru tak memberi arahan untuk mengambil langkah antisipatif, sehingga pihak sekolah tetap aktif melakukan kegiatan belajar mengajar.

Kondisi udara bertambah parah sejak Senin (9/9). Meski para siswa tidak diperkenankan beraktivitas di luar kelas, pekatnya asap tetap menembus masuk ke dalam kelas. 

Sponsored

“Dari hari Sabtu anak mulai ada yang pingsan, waktu itu mulai asap tebal,” ujarnya.

Pada Senin lalu dinas pendidikan setempat hanya mengeluarkan instruksi untuk memulangkan siswa lebih cepat karena asap makin pekat. Namun kegiatan belajar mengajar tidak diliburkan. 

Baru hari ini Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengeluarkan instruksi untuk meliburkan sekolah dari tingkat SD hingga SMP, pada 10 dan 11 September 2019. "Instruksi libur ini melihat kondisi terkini tentang perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru atas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Diskominfo Pekanbaru Mawardi mengutip perintah Walikota Pekanbaru.

Gubernur Riau Syamsuar juga telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mendirikan posko layanan kesehatan yang beroperasi 24 jam. Dalam instruksinya, Syamsuar memerintahkan agar posko kesehatan tersebut didirikan di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat dan tidak dipungut biaya. Posko tersebut harus dapat melayani warga mulai dari bayi, ibu hamil, hingga lansia.

"Saya juga sudah menginstruksikan agar tidak hanya dinas kesehatan, tapi seluruh stakeholder yang ada di Riau untuk mendirikan posko kesehatan, serta membagikan masker sebagai tindakan pencegahan awal agar masyarakat tidak terserang ISPA,” katanya.

Terkait penegakan hukum Dedi mengatakan sudah ada satu korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla di Riau, yaitu PT Sumber Sawit Sejahtera. Sedangkan jumlah tersangka perorangan telah mencapai 42 orang.

Namun demikian, polisi belum menetapkan satu pun direksi PT Sumber Sawit Sejahtera sebagai tersangka. Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi ahli.

“Untuk Sumatera Selatan jumlah tersangka perorangan 18 orang dan korporasinya tidak ada,” ucap Dedi. (Ant)