sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kasus Covid-19 melonjak, Kemendikbud mundurkan jadwal Asesmen Nasional

Nadiem memastikan Asesmen Nasional (AN) tetapkan dilaksanakan pada 2021. Dalihnya, jadi dasar pemetaan penyaluran bantuan.

Andi Adam Faturahman
Andi Adam Faturahman Rabu, 20 Jan 2021 13:26 WIB
Kasus Covid-19 melonjak, Kemendikbud mundurkan jadwal Asesmen Nasional
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memundurkan jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) tahun 2021 lantaran tren kasus Covid-19 terus melonjak. Kegiatan yang rencananya dilakukan Maret-Agustus menjadi September-Oktober.

"Target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021," ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, saat rapat kerja bersama Komisi X DPR, dan disiarkan secara virtual, Rabu (20/1).

AN merupakan sistem penilaian baru sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Sekalipun memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem penilaian, tetapi AN sangat berbeda dengan UN.

Alasan penundaan lainnya, membuat persiapan AN lebih matang, terutama berkaitan dengan kebutuhan logistik dan infrastruktur sekolah serta protokol kesehatan (prokes). Dengan demikian, pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan aman tanpa perlu membuat guru dan siswa khawatir.

Sponsored

Meski demikian, Nadiem memastikan AN bakal tetap dilakukan pada tahun ini sekalipun banyak keluhan tentang tidak optimalnya pembelajaran jarak jauh (PJJ) imbas pandemi. Kilahnya, Kemendikbud membutuhkan informasi mengenai kondisi pendidikan nasional sebagai dasar pemetaan penyaluran bantuan.

“Kalau kita enggak laksanakan asesmen tahun ini, artinya kita tidak bisa mengetahui mana sekolah dan daerah yang paling tertinggal. Karena kita tidak tahu mana sekolah atau daerah yang tertinggal, kita jadi tidak bisa membuat strategi penganggaran bantuan untuk sekolah yang paling membutuhkan bantuan kita,” tuturnya.

Menurutnya, strategi bantuan untuk sekolah sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran. "Karena fokus utama Kemendikbud adalah mengetahui sekolah dan daerah mana yang memang sangat membutuhkan bantuan, baik berupa anggaran, pelatihan, atau dukungan lainnya."

Berita Lainnya