logo alinea.id logo alinea.id

Kemenhub ubah skema subsidi layanan transportasi

Jika sebelumnya subsidi akan diberikan dalam bentuk bantuan bus, sekarang menjadi bantuan uang.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Minggu, 15 Sep 2019 16:10 WIB
Kemenhub ubah skema subsidi layanan transportasi

Ada perubahan skema subsidi buy the services yang akan diselenggarakan di lima kota besar di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan, jika sebelumnya subsidi diberikan dalam bentuk bantuan bus, sekarang menjadi bantuan uang.

"Subsidi dalam bentuk uang, jadi pembelian bus kita hilangkan dalam skema buy the service," katanya di Jakarta Convention Center, Minggu (15/9).

Skema buy the service yang dimaksud, yakni pemerintah menyediakan sejumlah dana untuk pemda guna membeli layanan transportasi massal seperti BRT di daerahnya, sehingga angkutan transportasi massal yang digunakan sudah terkelola secara profesional.

Subsidi akan diberikan kepada kota-kota yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi. Sekaligus mengurangi tarif yang seharusnya dibayarkan oleh masyarakat dan sifatnya pemantik sampai moda transportasi tersebut mendapatkan pengguna yang banyak dan profitable.

"Kita harapkan masif, kalau sudah banyak tercapailah skala ekonomis tertentu. Nah nanti (kalau sudah untung) enggak akan dikasih subsidi," ujarnya.

Jika transportasi di kota tersebut sudah jalan dan mendatangkan profit, subsidi akan dialihkan kepada kota-kota lainnya yang sangat membutuhkan.

Subsidi dengan skema buy the services akan mulai dijalankan pada 2020. Dana sebesar Rp250 miliar telah dipersiapkan untuk mensubsidi lima kota di Indonesia.

Sponsored

Kelima kota yang akan diujicobakan menggunakan skema buy the services tersebut adalah Medan, Palembang, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta.

"Misal satu kota tertentu butuh berapa rupiah, katakan Rp50 miliar. Nah Rp50 miliar itu untuk mengurangi tarif yg semestinya dibayar masyarakat, misal harusnya Rp10.000 jadi Rp5.000," tuturnya.