sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPU lengkapi berkas laporan dugaan kebocoran data

KPU mendatangi Bareskrim Polri untuk melengkapi pelaporan dugaan kebocoran data.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 29 Mei 2020 15:48 WIB
KPU lengkapi berkas laporan dugaan kebocoran data
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ini, mendatangi Bareskrim Polri untuk memenuhi persyaratan pelaporan dugaan kebocoran data pemilih.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, sebelumnya pada Kamis (18/5) sore, perwakilan dari KPU telah mendatangi SPKT Bareskrim untuk membuat laporan. Namun, data yang diberikan masih kurang untuk membuat laporan.

"Namun dikarenakan syarat formil belum lengkap, maka hari ini pihak KPU akan kembali datang ke SPKT Bareskrim Polri untuk membuat laporan polisi," ujar Ramadhan dalam konferensi pers secara daring, Jumat (29/5).

Pada kedatangan kemarin, pihak KPU tidak membawa surat tugas dari pimpinan KPU. Kemudian, hasil terjemahan dari akun di media sosial sebagai bukti pelaporan juga tidak disertakan.

Sponsored

"Jika sudah lengkap, semua akan diproses," tuturnya.

Sebelumnya, Pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto, dalam postingan Twitternya @secgron membeberkan kabar kebocoran data pemilih. Katanya, terdapat 1,3 juta data yang telah bocor.

Data yang bocor merupakan NIK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nama lengkap ibu, nama lengkap ayah, nomor KK, alamat lengkap, dan lain-lain. Ia menyebut, data itu berasal dari 2015.
 

Berita Lainnya