sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KSP klaim pemerintah sudah berupaya menjaga harga BBM

Abraham menyebut, kebijakan tersebut bukanlah suatu kebijakan yang mudah diambil oleh pemerintah.

Gempita Surya
Gempita Surya Kamis, 15 Sep 2022 17:06 WIB
 KSP klaim pemerintah sudah berupaya menjaga harga BBM

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo, menanggapi aksi unjuk rasa dari elemen mahasiswa terkait penolakan kenaikan harga BBM. Salah satu poin tuntutan dalam aksi tersebut yakni mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM.

Abraham menyebut, kebijakan tersebut bukanlah suatu kebijakan yang mudah diambil oleh pemerintah.

"Pemerintah sudah berupaya luar biasa untuk menjaga harga BBM di Indonesia itu tidak naik," kata Abraham kepada wartawan saat ditemui di Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (15/9).

Abraham menyampaikan, situasi dunia saat ini sedang tidak normal. Dari laporan PBB, ujarnya, kondisi dunia saat ini sedang mengalami krisis energi, pangan, dan keuangan.

"Jadi jangan dianggap ini maunya pemerintah untuk menaikkan harga BBM," ujarnya.

Diungkapkan Abraham, pemerintah berusaha menekan harga BBM di Indonesia agar tetap terjangkau. Hal itu dilakukan dengan menaikkan besaran anggaran subsidi dari Rp188 triliun pada 2021, menjadi Rp502 triliun pada 2022.

Namun, ujarnya, harga BBM tetap perlu mendapatkan penyesuaian. Ini terkait dengan lonjakan harga minyak dunia secara global.

"Dari yang awalnya US$60-an per barel mencapai di atas US$100  per barel, tentunya akan mempengaruhi besaran subsidi yang bisa diberikan pemerintah," ungkap dia.

Sponsored

Abraham mengklaim, dengan adanya kenaikan harga BBM, pemerintah memprioritaskan perlindungan terutama kepada kelompok ekonomi rentan.

Perlindungan dilakukan melalui tiga skema bantuan sosial, yakni bantuan langsung tunai (BLT) BBM, bantuan subsidi upah, dan bantuan subsidi transportasi.

"Jadi harapannya, meskipun ada 107 negara yang sedang menghadapi krisis energi, Indonesia bisa melewati krisis energi ini dengan baik," ucap Abraham.

Abraham menambahkan, pemerintah tetap akan memantau perkembangan krisis energi dunia untuk menentukan kebijakan selanjutnya terkait penyesuaian harga BBM. Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan selalu menerima aspirasi masyarakat.

"Kalau kita tidak bijak, kalau kita hanya memikirkan sesaat saja, kita enggak bisa keluar dari krisis ini. Makanya, pemerintah melakukan kalkulasi yang matang tadi, untuk memastikan supaya Indonesia bisa keluar dari tiga krisis ini," pungkasnya.

Berita Lainnya
×
tekid