sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Longsor di Tarakan tewaskan 11 orang

Hujan intensitas tinggi picu longsor di Tarakan, Kalimantan Utara.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 28 Sep 2020 14:45 WIB
Longsor di Tarakan tewaskan 11 orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Peristiwa tanah di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Senin (28/9) dini hari dilaporkan merengut nyawa 11 orang, tiga lainnya mengalami luka-luka.

"Data BNPB per pukul 11.35 WIB mencatat warga meninggal dunia di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Tengah. Jumlah korban meninggal dunia (MD) sebanyak 7 orang dan luka-luka 3 di Kecamatan Tarakan Utara, sedangkan korban MD 4 orang di Tarakan Tengah. Wilayah terdampak berada di Kelurahan Juanta Permai, Tarakan Utara dan dua kelurahan di Tarakan Tengah, yakni Juanta Kerikil dan Selumit Pantai," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati dalam keterangannya, Senin (28/9).

Selain korban jiwa, bencana ini berdampak pada 19 unit rumah warga. Raditya menjelaskan, salah satu pemicu longsor adalah hujan intensitas tinggi pada Minggu (27/9) di wilayah Tarakan. 

"BNPB terus memantau perkembanganan penanganan darurat oleh BPBD Kota Tarakan dan BPBD Provinsi Kalimantan Utara. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi warga dan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait," terangnya.

BPBD Provinsi Kalimantan Utara, lanjut dia, telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Tarakan untuk penyaluran bantuan kepada korban terdampak.

"Berdasarkan informasi dari BPBD Kota Tarakan, kondisi cuaca terakhir pada Senin (28/9), pukul 11.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di lokasi bencana," terangnya. 

Pihaknya mengimbau, selama masa pancaroba dan menjelang musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga.

"Pencegahan dan kesiapsiagaan di tingkat keluarga dan komunitas menjadi elemen untuk tetap selamat di tengah ancaman bahaya hidrometeorologi," pungkasnya. 

Sponsored
Berita Lainnya