sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mahfud MD bantah ajak masyarakat maklumi korupsi

Dia mengisyaratkan pernyataannya dipelintir karena menggabungkan dua fakta yang tidak memiliki korelasi.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 04 Mei 2021 12:34 WIB
Mahfud MD bantah ajak masyarakat maklumi korupsi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, membantah pemberitaan media tentang pernyataannya memaklumi korupsi demi kemajuan dan meminta masyarakat tak kecewa kepada pemerintah yang koruptif. Mahfud mengisyaratkan pernyataannya dipelintir.

Dia menerangkan, korupsi di Indonesia sudah meluas ke berbagai lini. Ini disinyalir karena demokrasi di Tanah Air kebablasan bahkan korupsi dibangun menggunakan mekanisme demokrasi.

“Mari kita sehatkan demokrasi agar bisa mempercepat kemajuan ekonomi. Jangan seperti sekarang, demokrasinya membuat korupsi terjadi di berbagai lini. Korupsi sekarang dapat dikatakan dibangun melalui proses dan cara yang demokratis. Itu rasanya membuat kita sesak dan hampir putus asa," ucapnya dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Namun, Mahfud meminta publik tak terlalu kecewa dan putus asa dalam berjuang melawan korupsi serta menyehatkan demokrasi. Kilahnya, Indonesia mengalami banyak kemajuan setelah merdeka, seperti tingkat kemiskinan turun secara konsisten.

Tingkat kemiskinan mengalami penurunan sejak era Presiden Soekarno. Disebutnya, tingkat kemiskinan di Indonesia di akhir rezim Orde Lama pada 1996 sekitar 54%. Digantikan Soeharto, perekonomian digenjot dan tingkat kemiskinan hanya 18% di akhir rezim Orde Baru pada 1988. Bahkan, tingkat kemiskinan sekitar 11,9% di akhir era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kemudian, tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,1% di periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mengalami kenaikan menjadi 9,7% akibat pandemi Covid-19. 

"Karena kita punya negara merdeka, maka kita bisa menurunkan jumlah orang miskin dari waktu ke waktu meskipun banyak korupsinya, apalagi kalau tidak ada korupsi. Itu pernyataan saya," tutur bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Mahfud mengklaim, pernyataan tersebut berbicara untuk dua hal yang berbeda dan tidak memiliki hubungan kausalitas. Pertama, demokrasi di Indonesia dianggap sudah kebablasan sehingga melahirkan banyak korupsi dan harus diperbaiki sebagai bagian dari upaya melawan korupsi.

Sponsored

Kedua, angka kemiskinan turun secara konsisten dari waktu ke waktu karena Indonesia merdeka. Meski banyak korupsi, kata dia, berkah kemerdekaan menurunkan angka kemiskinan secara konsisten, apalagi, jika tidak ada korupsi.

"Banyaknya korupsi itu fakta, turunnya angka kemiskinan itu fakta lain yang tak ada hubungan kausalitas. Di mana selenco-nya?" tandasnya.

Berita Lainnya