sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Mahfud MD enggan bicara evakuasi WNI di Iran dan Irak

Menko Polhukam mengaku sudah mendengar informasi rencana evakuasi WNI.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Selasa, 07 Jan 2020 20:27 WIB
Mahfud MD enggan bicara evakuasi WNI di Iran dan Irak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, belum mau berkomentar lebih jauh mengenai rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Iran dan Irak.

Menurut Mahfud, ihwal itu ada baiknya ditanyakan terlebih dahulu kepada Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi. Rencana evakuasi itu sendiri mengemuka pascamemanasnya situasi di kedua negara itu karena konflik dengan Amerika Serikat (AS)

"Saya kira itu tanyakan Menlu (Retno Marsudi) dulu ya," kata Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku sudah mendengar informasi rencana evakuasi itu. Kendati demikian, secara resmi, ia belum medapatkannya dari Menlu Retno.

"Dan Menlu (Retno Marsudi) saya kira sudah mengumumkan untuk hati-hati kepada seluruh warga negara di sana (Iran dan Irak)," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada hari ini, Selasa (7/1). Dalam pertemuan itu, salah satu pembahasan adalah mengenai evakuasi WNI di Iran dan Irak.

Menurut Menlu Retno, terdapat 406 WNI yang ada di Iran. Sedangkan di Irak ada 850 orang. "Tetapi kalau kita total jumlah WNI secara keseluruhan di wilayah tersebut angkanya tidak hanya ratusan ribu, tetapi jutaan (WNI). Oleh karena itu kita terus menghitung situasi dan kita sudah mulai memetakan rencana kontingensi,” kata dia.

Situasi di Timur Tengah memanas setelah serangan udara AS menewaskan Komandan Pasukan Quds, unit elite Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC), Qasem Soleimani di dekat Bandara Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1).

Sponsored

Serangan udara yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump itu juga menewaskan enam pejabat tinggi militer Irak dan Iran lainnya. Pascakematian Soleimani, Iran bersumpah akan membalas tindakan AS.

Berita Lainnya