sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Masyarakat kesulitan buat SIKM

Kemenhub mengakui, memiliki SIKM untuk memasuki Jakarta cukup sulit direalisasikan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 27 Mei 2020 16:49 WIB
Masyarakat kesulitan buat SIKM
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Warga kesulitan mengurus surat izin keluar masuk (SIKM) untuk ke Jakarta. Sebab, sistem pengajuan dinilai lambat dan prosesnya tidak semudah yang dibayangkan oleh masyarakat. 

Bahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui, kewajiban memiliki SIKM untuk memasuki wilayah Jakarta cukup sulit direalisasikan. "SIKM menjadi isu. Sempat diskusi SIKM susah apa enggak, saya mencoba,  ternyata susah. Bagaimana prosesnya, mungkin tidak semudah yang kita bayangkan. Bagaimana, punya dokumen lengkap, tapi susah akses," kata Direktur Lalu Lintas Jalan Darat Kemenhub, Sigit Irfansyah, dalam diskusi virtual, Rabu (27/5).

Sigit menyatakan, pengurusan SIKM rawan mengalami gangguan karena server situs tidak mampu menampung banyaknya pengakses. Semenjak diluncurkan dua pekan lalu, hingga pagi ini, situs telah diakses sebanyak 259.813 kali.

"Orang yang mau mengurus banyak bisa down server-nya. Jadi, memang ini unik diberikannya per-orang. Kalau di mobil ada lima. Ya, lima-limanya miliki SIKM," bebernya.

Sigit mengatakan, banyak kendaraan harus diputar balik karena masalah SIKM. Banyak pula warga yang mengadakan perjalanan dinas secara berkelompok. Namun, tidak sedikit yang terkendala teknis pengurusan SIKM

Sebaiknya, kata dia, SIKM dapat didaftarkan secara rombongan sehingga pendaftaran bisa lebih efektif. "Situs memang susah diakses. Saya mencoba mengakses pun, sulit tuh dari semalam. Kurang tahu kalau pagi ini," terang Sigit.

Di sisi lain, pemerintah masih mengadakan penyekatan pada transportasi yang hendak menuju Jabodetabek. Bahkan, penyekatan sudah dilakukan di Gerbang Tol Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, agar tidak terjadi penumpukan di kawasan perbatasan Jabodetabek.

"Bicara penyekatan, barusan saya juga berhenti di Gerbang Tol  Cileunyi. Di sana mereka juga mulai penyekatan, tapi hanya memilah, jangan sampai kendaraan berat beban di Jabodetabek," tutur Sigit.

Sponsored

Di Gerbang Tol Cileunyi, kata dia, petugas akan mengecek kelengkapan dokumen dan syarat yang harus dipenuhi. Termasuk pula SIKM DKI Jakarta. Jika, tidak mengantongi SIKM, maka tetap akan diminta putar balik. "Jadi, semua kendaraan pelat B ditanya punya SIKM apa nggak, kalau nggak punya suruh balik," ucapnya.

Sigit mengakui, pihaknya agak kesulitan karena tiadanya pengalaman seperti ini, biasanya Kemenhub lebih menekankan prinsip terkait melancarkan arus mudik, tetapi tahun ini berbeda. "Sekarang menyekat, biasanya pada waktu tertentu misalnya H-7, tetapi sekarang waktunya panjang sekali," ujar Sigit.

Berita Lainnya