sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kecepatan vaksinasi turun, Menkes: Perebutan vaksin Covid-19 makin keras

Perang embargo vaksin Covid-19 antara India, Amerika Serikat dan Inggris picu masalah kompleks.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 19 Apr 2021 08:33 WIB
Kecepatan vaksinasi turun, Menkes: Perebutan vaksin Covid-19 makin keras

Total penyuntikan vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi pemerintah telah tembus 10 juta pada Jumat (26/3). Penyuntikan vaksin Covid-19 di Indonesia bisa 500.000 suntikan per hari.

Namun, kecepatan vaksinasi pada Maret dan April harus disesuaikan dengan ketersediaan vaksin Covid-19. Per Sabtu (17/4), kecepatan penyuntikan per hari antara 250.000 hingga 300.000 suntikan.

Total penyuntikan pun sudah mencapai 16 juta. Indonesia, kata dia, menjadi negara terdepan dalam jumlah suntikan vaksin Covid-19. Apalagi, jika dibandingkan dengan negara-negara yang belum memiliki produksi vaksin Covid-19 mandiri.

“(di bulan) puasa ini agak turun sekitar 250.000-300.000. Tetapi pas juga (momennya) karena ada masalah suplai,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam diskusi virtual, Minggu (17/4).

Diketahui, stok vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia diimpor dari China (Sinovac), Inggris (AstraZeneca), Amerika Serikat (Novavax), Jerman (Pfizer). Ia menyebut, saat ini persaingan antarnegara dapat memperoleh vaksin Covid-19 semakin sengit.

“Jadi, harus berebutan dengan negara-negara lain untuk memastikan kita bisa memperoleh vaksinnya. Vaksin ini rebutan di seluruh dunia, makin lama, makin keras, rebutannya akhir-akhir ini, karena ada lonjakan kasus di India. India ingin memastikan vaksinnya yang diproduksi di dalam negeri, diprioritaskan ke India dulu,” tutur Budi.

Embargo vaksin Covid-19 dari India, kata dia, meniru Amerika Serikat (AS) dan Inggris pascamengalami kenaikan kasus. Ketika Amerika Serikat dan Inggris melakukan embargo, impor vaksin Covid-19 sudah hanya bisa diperoleh dari India, China, dan Rusia saja. "(Jadi) saat ini, India merasa mengapa saya tidak boleh. Artinya, kemudian mencoba menahan supaya produksinya bisa dipakai di India dulu," ujar Budi.

Menurutnya, embargo vaksin Covid-19 dari India menimbulkan masalah kompleks. Bahkan, menyebabkan negara-negara pengimpor bahan baku vaksin Covid-19 dari India ramai-ramai memberikan tindakan balasan. “Syukur Indonesia ada empat macam, walau agak tertunda, tetapi kita masih bisa memperoleh jumlah vaksin per bulannya, dalam order 5-15 juta,” ucapnya.

Sponsored

Ia berharap, kecepatan suntikan dapat ditingkatkan sebanyak 750.000 per hari pada bulan Mei dan Juni, seiring sejalan dengan kedatangan vaksin Covid-19 lebih banyak. Dari empat merek vaksin Covid-19 tadi, kata dia, pemerintah memang berencana akan mengimpor 426 juta dosis.

Berita Lainnya