sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ridwan Kamil sudah ingatkan Bupati Supendi tak korupsi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil prihatin Bupati Indramayu Supendi terjaring operasi tangkap tangan KPK.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Rabu, 16 Okt 2019 19:08 WIB
Ridwan Kamil sudah ingatkan Bupati Supendi tak korupsi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku prihatin Bupati Indramayu Supendi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, ia sudah memperingatkan Supendi untuk tak terlibat praktik-praktik lancung. 

"Pada saat pelantikan, saya sudah ingatkan yang bersangkutan agar menjauhi godaan yang pastinya datang tiap hari. Karena jadi pemimpin itu berat," ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (16/10).

Kang Emil melantik Supendi menjadi Bupati Indramayu pada 7 Februari 2019 menggantikan Anna Sophanah yang mengundurkan diri. Jabatan awal Supendi adalah wakil bupati.

“Tadinya saya berharap pergantian bupati itu menuju ke arah yang lebih baik. Tapi belum genap satu tahun bupatinya sudah kena OTT. Ini sangat memprihatinkan. Kasihan warga Indramayu," ujar dia. 

Supendi ditangkap saat sedang menonton wayang di kediamannya di Desa Bongas, Indramayu, Senin (14/6) lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengaturan proyek di lingkungan pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Menurut Kang Emil, Pemprov Jabar sebenarnya memiliki rencana besar bagi Indramayu. Sebagai penyangga Segitiga Rebana, Indramayu memiliki fungsi sentral dalam investasi dan pengembangan kawasan.

Namun, dengan tertangkapnya Supendi, ia khawatir Indramayu bakal dijauhi investor. Apalagi, dalam hitungan hari Pemprov Jabar akan menggelar West Java Invesment Summit 2019. "Korupsi itu musuh investasi," katanya.

Kang Emil menyarankan agar Supendi kooperatif menjalani proses hukum KPK. "Kita lihat proses hukumnya seperti apa. Pesan saya agar yang bersangkutan kooperatif. Saya sendiri menunggu instruksi dari Kemendagri terkait status jabatannya masa mendatang," kata dia. 

Sponsored

Lebih jauh, ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua bupati dan wali kota di Jawa Barat. "Sekali lagi jadi pemimpin itu berat. Berat dalam mencapainya, berat juga pertanggungjawabannya," kata Kang Emil. (Ant)