sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah klaim rumah sakit untuk pasien Omicron lebih baik

Fasilitas kesehatan saat ini diklaim semakin baik.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 31 Jan 2022 16:49 WIB
Pemerintah klaim rumah sakit untuk pasien Omicron lebih baik

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim persiapan rumah sakit di Indonesia jauh lebih baik dari tahun lalu ketika menghadapi varian Delta. Meski diprediksi varian Omricon tiga kali lipat lebih tinggu dari varian Delta, namun angka itu bisa dicegah apabila masyarakat Indonesia meningkatkan kewaspadaan.

"Estimasi kami sebagai langkah mitigasi apabila terjadi keganasan dari Omicron, Kemenkes sudah menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai, jauh lebih bagus dari tahun yang lalu," kata Luhut dalam telekonferensi, Senin (31/1).

Peningkatan layanan fasilitas kesehatan saat ini, disebut dia, terwujud berkad kerja keras TNI, Polri, dan Badan Intelijen Nasional (BIN).

Menurut Luhut, berdasarkan data yang dihimpun, tingkat rawat inap Omricon di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Israel, Afrika Selatan maupun Inggris sepertiga kali lebih rendah dari Delta. Namun, jumlah rawat inap di negara tersebut jauh lebih tinggi dikarenakan jumlah kasus meningkat lebih tiga kali dibanding Delta.

Artinya, kata Luhut, apabila Indonesia tidak lebih hati-hati maka kasus Omricon dan rawat inap akan meningkat tiga kali lipat dari varian Delta. 

"Bisa saja nanti lebih dari itu bila kita tidak berhati-hati," ujarnya.

Luhut menambahkan, untuk kasus terkonfirmasi positif, hingga Minggu (30/1) masih berada seperlima dari puncak jumlah varian Delta pada Juli tahun lalu. Selain itu, jumlah yang dirawat di rumah sakit di Tanah Air saat ini masih sangat cukup aman, yakni sepersepuluh dari puncak Delta.

Di sisi lain, kata dia, kasus Covid-19 di Jawa-Bali terus meningkat meski terdapat juga penurunan kasus harian dalam sepekan terakhir. Luhut menyebut, kasus Covid-19 di Indonesia masih didominasi DKI Jakarta untuk area Jawa-Bali.

Sponsored

"Dan ini seperti anomali kami lihat. Meski kami terus mengamati perkembangan dalam satu minggu ke depan, saat ini kasus terkonfirmasi masih didominasi Provinsi DKI Jakarta. Namun dalam beberapa hari terakhir kasus mulai naik cukup signifikan di provinsi lain di Jawa-Bali," kata dia.

Berita Lainnya
×
tekid