sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penolakan vaksin Sinovac dipengaruhi isu geopolitik

Perlu bersikap adil sikapi isu geopolitik China tanpa menyebar hoaks vaksin Sinovac mengandung vero cell.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 21 Jan 2021 14:38 WIB
Penolakan vaksin Sinovac dipengaruhi isu geopolitik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Banyak penolak vaksin Covid-19 buatan Sinovac berdalih karena perusahaan produsen berasal dari China. Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo mengungkapkan, alasan penolak vaksin Covid-19 buatan Sinovac tidak dapat dipungkiri terpengaruh isu geopolitik. Misalnya, pengaruh China sebagai ancaman kedaulatan laut Indonesia di Natuna.

Namun, kata dia, dalam urusan pandemi Covid-19, China memang dapat diandalkan bagi negara-negara berkembang. Ketika Italia masih lockdown total akibat kasus Covid-19 berkecamuk, negara-negara maju di Eropa cenderung memilih menutup diri.

“Italia seakan-akan dikucilkan. Itu siapa yang menyelamatkan Italia dalam tanda kutip. Itu kan China. China mengirim tenaga medisnya. Itu dijadikan China sebagai poin penting untuk menaikkan status geopolitiknya. Begitu juga vaksin,” ujar Ahmad dalam interview ‘Meluruskan Hoaks Vaksin’ bersama Alinea.id, Kamis (21/1).

Menurut Ahmad, vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, memang memiliki desain yang cocok untuk negara-negara berkembang dengan infrastruktur terbatas.

“(Vaksin Covid-19 buatan Sinovac) itu tentu lebih bersahabat daripada vaksin lain yang membutuhkan suhu lebih dingin misalnya,” ucapnya.

Namun, kata dia, perlu bersikap adil dalam menyikapi isu geopolitik China. Misalnya, dengan tidak menyebar hoaks vaksin Covid-19 buatan Sinovac mengandung sel kera hijau Afrika atau vero cell. Sebab, penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini masih memiliki banyak masalah. Dari kenaikan kasus Covid-19 hingga rumah sakit kolaps.

Ahmad mengaku terkejut mendengar kabar hoaks vaksin Covid-19 buatan Sinovac disebut mengandung vero cell. Sebab, istilah vero cell terbilang sangat teknis dan biasanya dipergunakan oleh orang-orang dari laboratorium. Vero cell diperoleh dari ginjal monyet hijau. Vero cell, kata dia, merupakan media kultur untuk mengembangkan virus yang kemudian menjadi bahan baku vaksin.

“Ternyata, sel dari ginjal monyet hijau ini termasuk mudah berkembang di laboratorium. Kebetulan, vero cell ini merupakan inang yang sangat reseptif untuk menjadi lahan yang pembiakan virus,” tutur Ahmad.

Sponsored

Namun, setelah virus dipanen, media kultur dan vero cell dipisahkan dan dibuang.

“Enggak susah memisahkannya. Jadi, kandungan final dari vaksin (Covid-19 buatan Sinovac) ini kalau dilihat dari mikroskop tidak terlihat ada sel lagi. Itu murni hanya partikel virus,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) kepada vaksin Covid-19 asal China, Sinovac. Pengambilan keputusan persetujuan dikeluarkannya EUA berdasarkan rekomendasi dari hasil rapat pleno Komite Nasional Penilai Obat, Indonesia Technical Advisory Group on Immanuization (ITAGI), dan para ahli epidemiologi, Minggu (10/1).

Pengambilan keputusan setelah melewati evaluasi dan diskusi komprehensif dengan dukungan data yang bisa menjamin aspek keamanan, khasiat, dan mutu. Efikasi (kemanjuran) vaksin Covid-19 asal Sinovac sebesar 65,3%. BPOM telah memberi persetujuan terhadap vaksin ini karena sudah sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau di atas 50%.

Berita Lainnya