sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Politikus PDIP DKI minta Formula E tidak digelar di Monas

Penyelenggaraan Formula E di kawasan Medan Merdeka Monas sangat beresiko.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 10 Feb 2020 13:21 WIB
Politikus PDIP DKI minta Formula E tidak digelar di Monas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Anggota Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengatakan, ajang balapan mobil listrik atau Formula E sebaiknya tidak di gelar di kawasan Medan Merdeka Monas. Komisi pengarah dalam hal ini Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) harus menolak izin usulan Pemrov DKI tersebut.

"Saya berharap tidak dikeluarkan (izin)," kata Ida saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (10/2).

Ida menjelaskan Pemprov DKI harus mengkaji ulang usulannya tersebut. Penyelenggaraan Formula E di kawasan Medan Merdeka Monas sangat beresiko karena lintasannya yang tidak memadai dan adanya sejumlah cagar budaya.

"Saya berharap Pak Gubernur mempertimbangkan ulang karena memang tidak memadai situasinya," kata Ida.

Ida mengaku belum mengetahui perihal izin yang telah dikeluarkan oleh Kemensetneg terhadap Pemprov DKI untuk menyelenggarakan Formula E di Monas.

"Iya saya lagi kejar (infonya) juga itu. Saya dengar belum keluar (izin) Formula E," ujarnya.

Selain lokasinya yang tidak cocok, Ida menilai ajang balapan Formula E hanya akan menghabiskan anggaran APBD DKI saja. Dia menyarankan agar gelaran itu dibatalkan atau dipindahkan ke wilayah lain.

"Di Sentul aja. Yang pasti aman tidak mengganggu orang ataupun jalan. Tidak mengganggu orang berlalu lintas. Di sentul lebih lengkap.  Fasilitasnya lengkap. Tidak memboroskan pembiayaan juga," katanya.

Sponsored

Ida menuturkan, Formula E di Jakarta tidak akan berdampak signifikan terhadap meningkatnya wisatawan asing di ibu kota. Sangat tidak seimbang dengan anggaran APBD yang digelontorkan sebesar Rp 1,6 triliun.

"Dari segi ekonomi mendongkrak juga sangat kecil tidak imbang dengan pengeluaran yang dikeluarkan dari APBD," ucap dia.

 

Berita Lainnya