sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polri dalami rencana teror di Bali

Sang istri lebih dahulu terpapar paham radikal ketimbang RMN.

Ayu mumpuni Fadli Mubarok
Ayu mumpuni | Fadli Mubarok Kamis, 14 Nov 2019 17:10 WIB
Polri dalami rencana teror di Bali
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, Polri tengah mendalami rencana DA melancarkan aksi teroris di Bali. DA ialah istri dari RMN, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. 

"Di dalam jejaring komunikasi media sosial, mereka merencanakan aksi terorisme di Bali. Itu (rencana teror) lagi didalami dan dikembangkan (kasusnya)," kata Dedi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/11).

DA ditangkap di kediamannya di Medan, Rabu (13/11) lalu. Menurut Dedi, DA merencanakan aksi teror di Bali bersama rekannya seorang napi teroris berinisial I yang kini sedang dipenjara di Lapas Kelas II Medan. 

Keduanya, lanjut Dedi, aktif berkomunikasi melalui media sosial. Bahkan, polisi menduga I yang menularkan paham radikal kepada DA. "DA diduga terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku (RMN)," ujar Dedi. 

Setidaknya ada enam orang yang luka-luka akibat ledakan bom bunuh diri di Polrestabes, Medan. Empat di antaranya ialah personel polisi. Sisanya warga sipil. RMN tewas seketika dalam peristiwa tersebut.

Usai peristiwa tersebut, polisi bergerak cepat dan menangkap empat terduga teroris di dua wilayah. Tiga ditangkap di Banten dan satu lainnya di Jawa Tengah. 

Dedi mengatakan, keempatnya tidak berkaitan dengan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Namun, keempat terduga teroris itu merupakan anggota Jamaah Ansharut Daullah (JAD) dan dianggap berbahaya karena pernah berlatih militer di Suriah. 

"Sudah ada yang sempat i'dad (atau) latihan militer dan berperang bersama ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) di Suriah sana," jelas Dedi.

Sponsored

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, sudah ada delapan orang ditangkap terkait peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan. 

"Sudah. Sudah dapat laporan. Biar dijelaskan oleh Polri nanti. Sudah ditangkap delapan orang," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Kamis (14/11).

Ketika ditanya mengenai proses deradikalisasi para pelaku nantinya, Mahfud mengaku, belum bisa berbicara banyak. Menurut dia, proses deradikalisasi pelaku teror rumit dan perlu disiapkan secara serius.

"Kan deradikalisasi tidak sesederhana itu. Misal kalau tindakan melanggar hukum, ya, dibawa ke jalur hukum. Kalau mereka melanggar ideologis, ya dibawa ke wacana," kata dia. (Ant)
 

Berita Lainnya