sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Soal pre order vaksinasi Covid-19, Ketua MPR: Jelas terburu-buru

Kepastian waktu ketersediaan vaksin untuk kebutuhan dalam negeri belum dapat ditetapkan. 

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 15 Des 2020 08:40 WIB
 Soal pre order vaksinasi Covid-19, Ketua MPR: Jelas terburu-buru

Pemerintah diminta tidak memberi ruang bagi spekulasi jual-beli vaksininasi Covid-19 melalui skema jalur mandiri. Pendaftaran progam vaksinasi yang telah dilakukan sejumlah rumah sakit dinilai tergesa-gesa.

"Inisiatif pihak tertentu yang mulai membuka pemesanan atau pre order vaksin corona jalur mandiri pada saat sekarang ini jelas terlalu terburu-buru," ujar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, dalam keterangannya, Selasa (15/12).

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menilai, kepastian waktu ketersediaan vaksin untuk kebutuhan dalam negeri belum dapat ditetapkan. 

Di samping itu, harga vaksin juga belum ditetapkan oleh pemerintah. "Bahkan pola distribusi vaksin dan metode jual-belinya juga masih dalam tahap rencana. Karena segala sesuatu tentang vaksin corona dan vaksinasi masih dalam tahap perencanaan dan pembahasan," ujar Bamsoet.

Karena itu, dia meminta, semua pihak untuk tidak berspekulasi terkait vaksinasi Covid-19 guna menghindari kerugian masyarakat. Bamsoet menegaskan, pengembangan vaksin pelt merah, Bio Farma belum melayani pre order vaksin corona jalur mandiri untuk keperluan apapun meski terdapat wacana akan ada metode pembelian dengan pemesanan lebih dahulu.

"Jumlah produk jadi vaksin corona yang tersedia saat ini hanya 1,2 juta dosis. Pemanfaatannya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Rencananya, akan ada bahan baku vaksin corona untuk pembuatan 45 juta dosis pada Januari 2021. Tetapi, prioritas pemanfaatannya pun belum ditetapkan pemerintah," kata Bamsoet.

Kendati demikian, politikus Partai Golkar ini mengingatkan, vaksin Covid-19 yang telah dipesan sebanyak 1,2 juta dosis itu dari Sinovac masih dalam proses analisa untuk menerbitkan ijin Emergency Use Authorization (EUA).  

"Untuk kebutuhan jalur mandiri, vaksinnya memang belum ada. Karena ketentuan persyaratannya cukup ketat, masyarakat harus berhati-hati dan menunggu informasi resmi dari pemerintah. Termasuk informasi dari Satgas Covid-19 maupun dari Bio Farma sendiri," tandas Bamsoet.

Sponsored

Sebelumnya, beredar informasi pembukaan pendaftaran vaksinasi Covid-19 oleh sejumlah rumah sakit. Dari data yang ditelusuri, Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta salah satu yang menawarkan program vaksinasi Covid-19.

Dalam postingan akun resmi Instagramnya, pelaksanaan vaksinasi, jenis vaksin, dan harga menunggu keputusan dari pemerintah. Namun, postingan tersebut kini sudah dihapus.

Tak hanya itu, Primaya Hospital juga telah membuka pendaftaran vaksinasi Covid-19 dalam websitenya. Pembukaan pendaftaran itu ditujukan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melaksanakan vaksin Covid-19.

"Pelaksanaan vaksin Covid-19 akan dilakukan setelah mendapat konfirmasi dari pemerintah bahwa rumah sakit swasta diizinkan untuk melakukan vaksinasi," tulis dalam keterangan website primayahospital.com, yang diakses Alinea, Senin (14/12).

Berita Lainnya