sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ribuan tenaga vaksinator TNI siap bantu Kemenkes

Panglima TNI sebut sudah ada 10.000 vaksinator terverifikasi.

Silvia Nita Nur Aryanti
Silvia Nita Nur Aryanti Selasa, 09 Feb 2021 21:40 WIB
Ribuan tenaga vaksinator TNI siap bantu Kemenkes

Tenaga vaksinator dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah mulai diluncurkan. Mereka akan dilibatkan dalam vaksinasi tahap kedua yang dilakukan secara besar-besaran.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebut sebanyak 10.000 vaksinator TNI sudah terverifikasi. Mereka akan ditugaskan untuk membantu Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah, dan akan ditempatkan di 23.000 desa di wilayah Jawa dan Bali.

“Itupun masih akan berubah sesuai dengan perkembangan yang terjadi nanti di lapangan.” Kata Hadi usai memimpin apel Gelar Kesiapan Tenaga Vaksinator dan Tracer Covid-19 pada Selasa, (9/2), di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

“Apel gelar kekuatan bagi tenaga vaksinator maupun tracer TNI yang kita lanjutkan dengan pelatihan atau Training Of Trainer (TOT) diikuti seluruh anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bintara Pembina Potensi Maritim (Bapinpotmar) dan Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga),” lanjut Hadi.

Ia berharap, pada pelaksanaannya nanti di setiap desa akan dibangun pos terpadu yang diwakili Babinsa, Babinkamtibmas,
Satlinmas dan Satpol PP.

“Mereka akan diberikan SOP sesuai apa yang dilaksanakan di daerah masing-masing dan perkembangan yang ada di wilayah setempat. Tentunya akan berbeda petugas yang ada di zona hijau, zona kuning, zona orange, dan zona merah.” Jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pandemi Covid-19 adalah perang menghadapi virus SARSCov-2. Itu sebabnya Kemenkes RI bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengatasi perang wabah ini.

“Perang ini harus dimulai dengan tujuan yang jelas yaitu mengurangi laju penyebaran virus,” Ujarnya.

Sponsored

Menurut Menkes Budi, virus ini secara alami dalam waktu 10 hingga 14 hari sejak dia masuk tubuh manusia akan mati. Namun, yang paling penting adalah jangan sampai virus menular ke tubuh orang lain.

“Jadi tujuan target operasi dari perang ini adalah mengurangi laju penularan virus. Oleh karena itu, kita harus memiliki kemampuan intelijen yang kuat untuk melakukan identifikasi dimana dan siapa musuhnya dengan melakukan program testing dan tracing.” Ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan jaringan sampai level terbawah. 

"Itu sebabnya kami bekerja sama dengan TNI dan Polri. Oleh karenanya TNI dan Polri yang mempunyai jaringan intelijen dan jaringan pemukul sampai ke level-level terkecil di bawah yang bekerja sama dengan masyarakat.” pungkasnya.

Berita Lainnya