sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Richard Eliezer mengaku tiga minggu dihantui mimpi buruk

Pangkat atasannya yang tinggi menjadi alasan bagi dirinya untuk tidak menolak perintah tersebut.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Rabu, 30 Nov 2022 14:42 WIB
Richard Eliezer mengaku tiga minggu dihantui mimpi buruk

Pascapembunuhan terhadap Brigadir Yosua atau Brigadir J berjalan tuntas, kehidupan berjalan seperti biasa. Namun tidak demikian dengan Richard Eliezer.

Pemuda yang akhirnya disebut sebagai Bharada E ini mengaku, tidak dapat menjalani hidupnya dengan tenang. Meski Ferdy Sambo telah memberikan janji surga sebelum mengeksekusi ajudannya tersebut.

Pasalnya, hampir satu bulan lamanya, dirinya bertemu dengan Yosua dalam mimpi dan rasa penyesalan saja yang kini tertinggal.

“Saya betul-betul dihantui mimpi buruk kurang lebih tiga minggu,” ucap Richard Eliezer dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

Baginya, perintah Sambo saat itu adalah dosa luar biasa yang mengikutinya hingga saat ini. Pangkat atasannya yang tinggi menjadi alasan bagi dirinya untuk tidak menolak perintah tersebut.

“Dari kepangkatan itu saja, kita bisa lihat bagaikan langit dan bumi,” ujar Richard Eliezer.

Richard Eliezer sendiri telah menuturkan kebenaran dari kejadian tersebut. Bahwa kejadian baku tembak sebagai skenario belaka.

Berawal dari ketika dirinya dipanggil Sambo untuk menemuinya di lantai 3 rumah pribadi di Saguling. Sambo membuka percakapan dengan pertanyaan kepada Bharada E.

Sponsored

“Kamu tahu nggak, ada kejadian apa di rumah saya?” tanya Sambo kepada Richard Eliezer. 

“Siap saya tidak tahu bapak,” jawab Richard Eliezer. 

Tidak lama kemudian Putri datang dan duduk di samping Sambo. Pada sofa panjang, keduanya duduk menghadap Richard Eliezer, tetesan air mata mengiringi ucapan Sambo yang selanjutnya. 

“Yosua sudah melecehkan ibu,” kata Sambo seperti yang disampaikan Richard Eliezer.

Richard Eliezer terkejut mendengarnya, dan takut di saat bersamaan. Pitam mulai menguasai Sambo dengan rasa tidak terima atas sikap Yosua.

Baginya Yosua sudah merendahkan dirinya dan menjatuhkan martabatnya. Setelah kemarahan yang meledak, Sambo terdiam dan kembali berbicara.

“Mati anak ini,” ujar Sambo.

Mantan jenderal bintang dua ini, langsung meminta Richard Eliezer untuk menembak Yosua. Sebab, bila dirinya yang menembak maka tidak ada lagi yang menjadi pembela bagi semua pelaku.

Usai skenario pembunuhan selesai dieksekusi, Putri Candrawathi langsung mengganti bajunya. Sementara, Sambo masih mondar-mandir, sembari menunggu Ridwan Soplanit yang saat itu menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Berita Lainnya
×
tekid