sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sambangi KPK, Rizal Ramli lapor pelanggaran impor pangan

Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli  menyambangi KPK melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran kebijakan impor.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Selasa, 23 Okt 2018 12:35 WIB
Sambangi KPK, Rizal Ramli lapor pelanggaran impor pangan

Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli  menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran kebijakan impor, Selasa, (23/10). Rizal datang didampingi oleh tim advokatnya, sekitar pukul 09.00 WIB, memakai kemeja biru dan dasi biru, lengkap dengan setelan jas hitam.

Usai melaporkan dugaan pelanggaran impor tersebut, Rizal keluar dari gedung KPK sekitar pukul 10.45 WIB. Dia menuturkan, saat ini Indonesia sangat bergantung pada impor pangan. Sayangnya, proses impor pangan ini dinikmati oleh segelitir pejabat.

"Kita ini addicted impor, dan keuntungannya dinikmati oleh importir dan oknum pejabat. Nah khusus untuk kali ini, rentenya puluhan kali," kata Rizal Ramli.

Kasus impor pangan telah lama mengemuka. Di 2015, kasus impor sapi melibatkan nekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dan Sekjen PKS. Namun menurut Rizal, patgulipat dugaan korupsi impor pangan saat ini lebih besar ketimbang nilai kejahatan tindak pidana korupsi PKS.   

Rizal menduga kalau pelanggaran-pelanggaran impor yang merugikan petani dan konsumen ini terjadi di berbagai macam komoditas pangan. Dari mulai beras sampai gula. Menurutnya, impor ini justru diada-adakan, bukan karena kelangkaan.

“Saat ini impornya dilebihkan. Garam dilebihkan, yaitu 1,5 juta ton. Sehingga petani garam sedih sekali garamnya enggak dibeli, akhirnya jadi air. Impor gula dan beras juga dilebihkan,” ucap Rizal Ramli.

Mantan Menteri Keuangan itu mengklaim skandal impor pangan memiliki nilai yang sangat fantastis. Kedatangan Rizal ke Gedung Dwiwarna KPK tersebut untuk melayangkan bukti dugaan pelanggaran impor yang merugikan petani dan konsumen.

Salah satu kuasa hukum Rizal, Effendi menambahkan laporan dugaan pelanggaran ini sudah lama dipikirkan akan dilaporkan. Laporan ini sebagai tindak lanjut laporan yang menyebutkan kalau omongan Rizal Ramli soal impor merupakan fitnah.

Sponsored

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa bang RR ini telah dilaporkan di Polda Metrojaya atas pernyataan-pernyatan beliau sebelumnya di media soal impor pangan. Jadi sekarang, kami laporkan ada pelanggaran di bidang impor pangan. Sehingga yang menyebut adanya skandal terkait impor hanya fitnah, itu tidak benar,” kata Effendi.

Saat ditanya soal kelengkapan data yang bisa dijadikan sebagai alat bukti permulaan, Effendi mengaku sudah memilikinya.

“Sudah ada buktinya. Ada audit BPK, ada Undang-Undang, ada kronologisnya,” pungkas Effendi.

Rizal dan Effendi mengaku disambut dengan baik oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Di hadapan Basaria, Rizal Ramli menyampaikan  laporannya akan ditangani dengan baik oleh KPK. Seperti omongan Basaria sewaktu dia di dalam.

“Kami gembira, Ibu Basaria dan pimpinan KPK mengatakan betul-betul terima kasih atas laporan ini. Dan mereka sendiri memang sudah mulai ingin mengetahui lebih detail,” kata Rizal Ramli kepada para wartawan, Selasa (23/10).