sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Syarat Indonesia jadi negara keempat terkuat di dunia

Indonesia harus memulainya dengan menyentuh daerah pinggiran atau perbatasan untuk menjadi negara terkuat.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 27 Mar 2019 15:09 WIB
Syarat Indonesia jadi negara keempat terkuat di dunia

Indonesia diprediksi bakal menjadi negara keempat terkuat di dunia berdasarkan hasil kajian lembaga studi Lowy Institute. Namun, untuk melangkah ke arah sana nyatanya bukanlah perkara mudah. Indonesia perlu memenuhi beberapa syarat.
 
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto percaya Indonesia akan menjadi negara terkuat ke-4 di dunia. Asalkan, Indonesia harus berdaulat, memiliki kesinambungan dalam aspek pembangunan, dan stabilitas keamanan yang senantiasa terjaga.
 
“Ada ratusan negara di dunia, tetapi menjadi negara nomor 4 itu tidak gampang,” kata Wiranto dalam sebuah rapat koordinasi di Jakarta pada Rabu (27/3).

Menurutnya, untuk memenuhi syarat-syarat tersebut, Indonesia harus memulainya dengan menyentuh daerah pinggiran atau perbatasan. Ini perlu dilakukan agar pemerintah mengetahui betapa besar Indonesia sebagai sebuah negara.

“Ayo kita bangun dari pinggiran, artinya dahulukan yang pinggir. Bagaimana kita mengatakan satu kalau kita tidak bisa ke sana (pinggiran/perbatasan),” ujar Wiranto.

Wiranto mengatakan, membangun dari pinggiran sudah dimulai cukup lama oleh pemerintahan Jokowi. Hal tersebut pun terbukti dengan berdirinya tol-tol pelabuhan. Selain itu, pembangunan di wilayah perbatasan oleh pemerintahan Jokowi pun sudah terealisasi.

Wiranto mengaku merasa malu apabila di daerah pinggiran atau perbatasan masih juga tertinggal. Terlebih, jika daerah tersebut merupakan salah satu pos lintas antar negara. Karena itu, pentingnya membangun daerah pinggiran agar masyarakat khususnya di wilayah perbatasan bangga terhadap negaranya sendiri.

"Teman-teman di perbatasan mulai bangga dan berani berkata, ‘aku Indonesia’. Padahal dulu dengar radio dan televisi dari channel Malaysia, ataupun beli sepeda dari toko di Malaysia," kata Wiranto.

Wiranto menilai, pernyataannya itu disampaikan bukan semata-mata bermaksud mengkampanyekan calon presiden nomor urut 01. Menurut dia, pernyataannya itu hanya sebatas untuk menjelaskan kinerja pemerintah selama ini, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menganggap kalau Presiden Jokowi tak mampu bekerja dan Indonesia makin menumpuk utang.

“Kalau ada yang bilang pemerintahan tidak kerja, mundur, utang banyak, kemiskinan tambah, itu kata siapa? maka saya katakan lawan hoaks. Dulu Presiden Jokowi dihina diam saja, dihina PKI (Partai Komunis Indonesia) diam, dihina anti Islam diam. Tapi, sekarang kita lawan,” ujar Wiranto.

Sponsored