sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tingkat BOR RS 4 daerah lampaui rata-rata nasional

Tingkat BOR RS secara nasional mencapai mencapai 24,77% per 7 Februari 2022.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 09 Feb 2022 05:46 WIB
Tingkat BOR RS 4 daerah lampaui rata-rata nasional

Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di rumah sakit secara nasional mencapai 24,77% per 7 Februari 2022. Peningkatan terjadi seiring melonjaknya kasus positif Covid-19, terutama varian Omicron, di Tanah Air.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan, terdapat empat provinsi dengan persentase BOR di atas nasional. Perinciannya, DKI Jakarta sebesar 66%, Bali 45%, Banten 39%, dan Jawa Barat 32%.

"Yang perlu menjadi kewaspadaan pada saat kasus mulai meningkat adalah tingkat perawatan di rumah sakit," katanya dalam telekonferensi daring di Jakarta, Selasa (8/2).

Di Bali, ungkap Wiku, lonjakan perawatan pasien Covid-19 lebih cepat dibandingkan provinsi lainnya. Namun, dia menjelaskan, pemerintah telah telah menyusun strategi dengan pengategorisasikan perawatan berdasarkan gejala pasien.

Pasien tanpa gejala dan gejala ringan disarankan menjalani isolasi, baik secara mandiri (isoman) maupun terpusat (isoter), seiring adanya pemanfaatan fasilitas telemedis dengan layanan konsultasi dan obat gratis.

"[Adapun] pasien yang tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri serta pasien dengan gejala sedang dan berat dirawat di rumah sakit (RS) rujukan," imbuhnya.

Satgas Covid-19 pun meminta pemerintah daerah (pemda), terutama di empat provinsi dengan BOR di atas nasional, segera menyiapkan fasilitas isoter. Lalu, mengonversi ketersediaan tempat tidur di RS rujukan apabila diperlukan.

Menurut Wiku, keberadaan fasilitas isoter vital agar pasien tanpa gejala dan gejala ringan dapat dipantau kondisinya serta dirawat dengan baik. Pun dapat segera dipindahkan ke RS rujukan jika mengalami perburukan.

Sponsored

"Ingat, gejala ringan pun berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang apabila tidak segera ditangani dengan baik dan tuntas," tegasnya.

Pun demikian dengan RS rujukan. Baginya, fasilitas ini juga memiliki peran peting untuk menyelamatkan pasien Covid-19, terutama lanjut usia (lansia), komorbid, dan pasien bergejala sedang hingga berat.

Berita Lainnya
×
tekid