logo alinea.id logo alinea.id

Titik api di Kalbar dan Riau bertambah

Sudah ada 35 tersangka dalam kasus kebakaran hutan di Riau.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 15 Agst 2019 15:28 WIB
Titik api di Kalbar dan Riau bertambah

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan jumlah titik api semakin hari kian bertambah, sehingga mengakibatkan kabut asap semakin tebal. Ada dua lokasi yang terus dipantau oleh polisi terkait kebakaran hutan dan lahan. Kalimantan menjadi yang terbanyak. Kemudian disusul oleh Riau. 

“Titik api pada hari ini Kamis, (15/8) meningkat jadi 1.058 titik. Paling banyak memang di Kalimantan Barat,” kata Dedi saat ditemui di Jakarta pada Kamis (15/8).

Dedi menjelaskan, meningkatnya titik api juga diikuti dengan bertambahnya jumlah tersangka kasus pembakaran lahan dan hutan. Dari catatannya, tersangka pembakar lahan di Kalimantan Barat bertambah dari 18 menjadi 30 orang. Jumlah kasus pun bertambah dari 14 menjadi 26 kasus.

Selain di Kalimantan Barat, kata Dedi, penambahan juga terjadi di Provinsi Riau baik jumlah kasus maupun tersangka. Dari segi pelaku, kata Dedi, saat ini jumlah tersangka karhutla di Riau dari sebelumnya 20 orang menjadi 35 orang.

“Untuk Riau jumlah kasusnya 34 dengan tersangka 34 perorangan dan satu korporasi,” ucap Dedi.

Guna mengantisipasi bertambahnya kasus kebakaran hutan dan lahan, kata Dedi, Mabes Polri telah mengirimkan enam tim. Mereka ditugasi melakukan asistensi terhadap enam polda yang telah bekerja sejak kemarin (4/8). Keenam tim tersebut akan membantu penanganan karhutla soft approach dan pemadaman.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go, mengatakan Polda Kalbar sudah mengamankan 30 tersangka dari 26 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. "Dari 26 kasus, dua kasus sudah masuk tahap dua, dan tahap satu ada satu kasus, sisanya masih penyidikan," kata Donny Charles Go.

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir kasus karhutla yang ditangani jajaran Polda Kalbar bertambah sembilan kasus. Dia berjanji kepolisian tidak akan berhenti memproses penyelidikan di setiap tempat kejadian perkara (TKP) karhutla.

Sponsored

"Proses penegakan hukum akan terus berjalan, bahkan tim asistensi dari Mabes Polri juga sudah diturunkan untuk melihat perkembangan penanganan karhutla di Kalbar," ungkap Donny.

Sebelumnya, Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa (14/8), kembali menyegel tiga lokasi lahan terbakar pada areal konsesi PT MSL di Kabupaten Mempawah, PT TAS dan PT SPAS di Kabupaten Ketapang. Dengan demikian, total lahan terbakar yang telah disegel seluas 200 hektare.

"Saat ini kami juga sudah memberikan surat peringatan kepada 110 pimpinan perusahaan yang lokasinya terindikasi ada titik api. Dan kami menugaskan para pengawas, penyidik dan tim SPORC untuk menindak para pembakar lahan, dan mereka harus dihukum seberat-beratnya," kata Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani.