sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Vaksin Nusantara, Siti Fadilah Supari: Inovasi selalu kagetkan kemapanan

Siti Fadilah Supari mengaku bahagia bila uji klinis Vaksin Nusantara tuai hasil positif.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Kamis, 15 Apr 2021 21:14 WIB
Vaksin Nusantara, Siti Fadilah Supari: Inovasi selalu kagetkan kemapanan

Eks Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari, menjawab pertanyaan ihwal keterlibatan ahli Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan vaksin Nusantara. Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut komponen utama pembuatan vaksin Nusantara usulan mantan Menkes Terawan Agus Putranto itu diimpor dari AS.

Siti menilai kerjasama dengan pihak lain sah-sah saja karena Indonesia menganut politik bebas aktif. "Tapi kita kan negara yang berdaulat, dengan politik bebas dan aktif, maka  boleh saja bekerja sama dengan negara manapun dengan prinsip kemitraan yang transparan, setara dan adil," ucap Siti dalam rilisnya, Kamis (15/4).

Yang penting, sambung Siti Fadilah, vaksin Nusantara menjadi produk Indonesia. "Untuk kemaslahatan bangsa yang membutuhkan. Terutama untuk lansia seperti saya," ungkapnya.

Ia kemudian mengungkapkan alasan dirinya memutuskan menjadi relawan uji klinis vaksin Nusantara. "Menurut saya biasa-biasa saja dan sederhana saja. Saya agak kaget, kok menjadi berita?," katanya.

Siti melanjutkan, dirinya telah mendengar, membaca, dan berpikir tentang vaksin Nusantara. Menurutnya, para peneliti vaksin berpikir logis dan inovatif. "Memang, inovasi selalu mengagetkan kemapanan, bahkan bisa mengganggu yang sudah mapan," bebernya.

Ia mengungkapkan, dirinya bersedia menjadi relawan karena menghargai seorang peneliti yang memiliki pikiran berbeda dengan yang lainnya. "Dia membuat hipotesis. Dan hipotesis itu boleh saja salah, tetapi harus dibuktikan dulu. Maka perlu penelitian," lanjutnya.

Siti mengaku bahagia bila memang nantinya uji klinis vaksin Nusantara ini mendapatkan hasil positif dan hipotesis dr Terawan terbukti. "Wah, saya sangat bahagia karena kondisi saya saat ini sangat cocok dengan metode ini," pungkasnya.

Diketahui, Terawan berpartisipasi dalam pengembangan vaksin Nusantara untuk mengatasi pandemi Covid-19. Pembuatannya menggunakan sel dendritik, metode yang dilakukan Cell Cure Center RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sejak 2015.

Sponsored

"Saya waktu itu selaku menteri kesehatan ikut peran serta di dalam ada kegiatan anak bangsa yang ingin mengembangkan vaksin Covid-19 berbasis dendritic cell. Karena sifatnya autologous (donor menggunakan sel Anda sendiri), sifatnya adalah individual, tentunya sangat-sangat aman," ujarnya, 10 Maret lalu.

Dia melanjutkan, pengembangan dan uji klinis vaksin Nusantara hasil kerja sama antara PT Rama Emerald Multi Sukses bersama AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat, Universitas Diponegoro, dan RSUP dr. Kariadi Semarang. Pun mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat tahap uji klinis dan dikawal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berita Lainnya