sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Debat keempat capres, Prabowo fokus isu internasional

Absennya Jokowi di Sidang Umum PBB tidak bisa disimpulkan sebagai ketidakhadiran Indonesia.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Kamis, 21 Mar 2019 09:49 WIB
Debat keempat capres, Prabowo fokus isu internasional

Debat keempat calon presiden (capres) akan berlangsung pada akhir bulan ini. Tema yang akan dibahas adalah soal ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional. 

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto diperkirakan bakal memainkan isu internasional yang dinilai lemah pada Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferdinand Hutahean menilai, Jokowi abai di panggung internasional hal ini dibuktikan absen di Sidang Umum PBB. 

Kata Ferdinand, selama empat tahun menjadi presiden, Jokowi tidak pernah hadir dalam sidang umum PBB. Bahkan di dalam pergaulan internasional malah menjauh. 

Ferdinand menuding kalau komunikasi dan intelektual Jokowi kurang, sehingga abai di panggung internasional. 

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia Agung Nurwijoyo Ankara menilai absennya Jokowi di Sidang Umum PBB tidak bisa disimpulkan sebagai ketidakhadiran Indonesia. Agung menyebut keliru persepsi Ferdinand menyimpulkan ketidakhadiran Jokowi sebagai simbol ketidakhadiran di Indonesia di kancah politik. 

Kata Agung, apabila berhalangan hadir diwakilkan ke pejabat lain. Ada sejumlah forum internasional yang juga bisa membangun pergaulan internasional Indonesia. 

"Peranan Indonesia tetap ada tanpa kehadiran Jokowi di Sidang Umum PBB. Membangun pergaulan internasional tidak hanya dalam forum PBB. Indonesia Africa Forum 2018 bukti Indonesia terlibat, bahkan membangun kerjasama multilateral dengan benua Afrika sebagai sahabat tua Indonesia," terang Agung. 

Dia pun menjelaskan, bukti signifikan sebuah negara dipandang dalam pergaulan internasional, adalah ketika negara itu bisa membangun hubungan bilateral dan multilateral yang baik. 

Sponsored

Kehadiran negara dalam perkembangan isu global dan bagaimana meresponsnya baik secara bilateral maupun multilateral juga menjadi bukti negara punya andil dalam panggung internasional. 

Agung menjelaskan, peran Indonesia dalam usaha perdamaian dunia sesuai amanat pembukaan UUD45 dengan pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB (PKO) terlihat. Meskipun instrumen menciptakan perdamaian dunia tidak selesai disana.