sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kartu sakti andalan Sandi, Ma'ruf mengaku sudah tua

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno juga memiliki kartu sakti seperti yang dikeluarkan oleh Jokowi-Ma'ruf Amin.

Soraya Novika
Soraya Novika Minggu, 17 Mar 2019 23:23 WIB
Kartu sakti andalan Sandi, Ma'ruf mengaku sudah tua

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno juga memiliki kartu sakti seperti yang dikeluarkan oleh Jokowi-Amin.

Sandi mengungkapkan, kartu sakti tersebut saat menutup debat kandidat calon wakil presiden. Sembari mengeluarkan dompetnya, dia kemudian mengacungkan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

"Kita tidak ingin merepotkan dan membebani negara dengan menerbitkan kartu-kartu yang lain. Mari kita ambil dompet kita masing-masing, keluarkan 1 kartu yang sudah semua kita miliki yaitu KTP. Ini super canggih sudah memiliki chip di dalamnya," kata Sandi sembari diikuti pendukungnya yang juga mengacungkan KTP elektronik. 

Menurut dia, revolusi teknologi memudahkan dengan big data dengan single identification number. Sehingga, semua fasilitas, layanan, baik ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, rumah siap kerja, bisa diberikan, melalui data di dalam KTP-el.

"PKH (program keluarga harapan) akan kita tambah menjadi PKH Plus di dalam program yang hanya membutuhkan KTP ini, Ini menjadi kartu kami," tegasnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berjanji akan mengangkat program OK OCE ke level nasional berbarengan dengan rumah siap kerja. Kedua program ini diklaim akan mampu menciptakan 2 juta lapangan kerja melalui penciptaan 2 juta wirausaha baru. Dengan begitu, Sandi berjanji akan mengurangi pengangguran tenaga kerja muda hingga 2 juta orang. 

Wakil dari capres Prabowo Subianto ini berjanji akan meningkatkan stastus guru honorer untuk mendukung sektor pendidikan. Kemudian, link and match sekolah dengan dunia kerja dan mencabut ujian nasional, serta meliburkan sekolah saat ramadan juga akan dilakukan di dunia pendidikan.

"Sebagai meneruskan program yang pernah dijalankan oleh Gusdur. Bulan ramadan bulan toleransi Bhineka Tunggal Ika kita kumandangkan. Umat Islam dan Umat-umat agama lain memberikan satu pemahaman, kita tingkatkan toleransi kita, kita pastikan bahwa ke depan Indonesia merupakan negara adil makmur, ba'datun toyyibatun warobun ghafur," kata dia.

Sponsored

Sementara di bidang kesehatan, Sandi berjanji akan membereskan persoalan pelik BPJS Kesehatan dalam 200 hari pertama ketika menjabat. Baginya, tidak akan ada lagi kekisruhan BPJS Kesehatan.

"Saya akan turun tangan sendiri bersama pak Prabowo pastikan tidak ada layanan kesehatan masyarakat yang ditinggalkan, tenaga medis juga kita pastikan mendapatkan honor tepat waktu, juga obat-obatan disediakan," kata Sandi.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Alinea.id-Ahmad Rifwanto

Ma'ruf mengaku tua

Sementara itu, cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengaku sudah tak lagi muda alias sudah tua. Memang, Ma'ruf Amin baru saja berulang tahun ke-76 pada 11 Maret lalu.

"Ya Allah, saya tahu saya memang tidak muda lagi. Tapi kalau Engkau percayakan kepada kami untuk memimpin bangsa ini, kami siap dan kami akan bekerja dengan sungguh-sungguh yang hasilnya bukan untuk kami, tapi untuk generasi mendatang," kata Ma'ruf.

Menurut Ma'ruf, paslon nomor urut 01 bakal melanjutkan sejumlah program yang telah berhasil ditorehkan oleh Jokowi-JK. Namun, akan ada sejumlah perbaikan agar lebih baik secara berkelanjutan.

Bagi Ma'ruf, yang telah dilakukan oleh Jokowi-JK merupakan peletakkan dasar, landasan, mile stone, dan modal dasar bagi bangsa. Sedangkan, yang akan dilakukan oleh Jokowi-Amin adalah memaksimalkan, utilitas, dan meningkatkan manfaat yang sudah ada untuk kebaikan bangsa.

"Kami juga akan melakukan pergeseran strategi nasional dari yang semula titik berat pada Infrastruktur kepada pembangunan SDM (sumber daya manusia). Oleh karena itu, kami mohon doa restu kepada seluruh rakyat Indonesia agar cita-cita dan niat kami itu dengan izin Allah dapat terwujud," urainya.

Adapun, Ma'ruf juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melawan hoaks lantaran dapat merusak tatanan bangsa. Dia mengajak agar masyarakat juga melawan dan memerangi fitnah.

Dia mengungkapkan beberapa waktu terakhir, Jokowi diserang berita bohong soal Kementerian Agama akan dibubarkan, kegiatan agama dilarang, azan dilarang, hingga zinah dilegalkan.

"Saya bersumpah demi Allah, selama hidup saya, akan saya lawan yang melakukan upaya-upaya itu semua. Allah sudah mengatakan, kalau datang kepada kamu orang yang fasik dan membawa berita, maka hendaknya kamu tabayyun cek dulu, jangan terima saja," tegasnya.

Debat kali ini hanya calon wakil presiden dengan tema "Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Budaya". Debat dipandu oleh moderator Alfito Deanova Ginting dan Putri Ayuningtyas, serta digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3) mulai pukul 20.00 WIB.