sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pilpres 2024, publik disebut masih inginkan figur seperti Jokowi

Selain itu, capres diharapkan juga paham konsep negara hukum dan nilai-nilai kebangsaan.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Kamis, 13 Jan 2022 21:17 WIB
Pilpres 2024, publik disebut masih inginkan figur seperti Jokowi

Masyarakat disebut masih menginginkan calon pemimpin seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang gemar blusukan. Selain itu, figur yang paham konsep negara hukum dan nilai-nilai kebangsaan.

"Pemerintah harus mempunyai visi untuk ekonomi Indonesia ke depannya. Begitu juga dengan para kandidat capres dan cawapres yang akan maju pada Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024 dalam membangun Indonesia," ucap pengamat ekonomi Indigo Network, Ajib Hamdani, dalam keterangan tertulisnya.

"Selama ini, belum ada capres (calon presiden) ataupun cawapres (calon wakil presiden) yang mempunyai visi ekonomi yang komprehensif. Di sisi lain, ekonomi juga harus berjalan seimbang dengan politik," sambungnya.

Dirinya menekankan pentingnya visi ekonomi yang komprehensif oleh figur-figur yang ingin maju pada Pilpres 2024 karena pandemi Covid-19 membuat perekonomian nasional tidak stabil. Bahkan, utang pemerintah melampaui 40% dari total produk domestik bruto (PDB).

Pengamat pasar modal Indigo Network, Myrdal Gunarto, menambahkan, pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap industri, termasuk melemahkan ekonomi dan kesehatan nasional. "Namun begitu, masa pemerintahan Presiden Jokowi pelan-pelan sudah mulai terlibat keberhasilannya dalam mengendalikan kondisi ekonomi, sosial, dan politik."

Dia berharap, presiden selanjutnya setidaknya dapat menjaga capaian tersebut. “Harapan untuk ke depannya, Indonesia dapat dipimpin oleh seorang pemimpin seperti Jokowi karena sudah terlihat kinerjanya selama masa jabatannya," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indigo Network, Radian Syam, mendorong pemerintah bersama DPR dan penyelenggara segera menetapkan tanggal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Tujuannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera menerbitkan aturan turunannya. "Karena pemilu sudah di depan mata."

"Dan ini akan menjadi pesta demokrasi yang sangat terbesar bagi Indonesia, di mana pilpres, pileg (pemilihan legislatif), dan pemilihan gubernur (pilgub)-wali kota/bupati (pilwali/pilbup) akan diadakan dalam satu tahun yang sama," lanjut akademisi Universitas Trisakti itu.

Sponsored

Soal nama-nama yang beredar sebagai capres, Radian memprediksi, mereka memiliki potensi kekuatan sebagai pengganti Jokowi, baik dari sisi dukungan rakyat maupun pengalaman.

Di sisi lain, Ajib memperkirakan, Indonesia ke depannya masih bakal mencatatkan capaian-capaian baru meskipun masih banyak keterbatasan di tengah pandemi. Dicontohkannya dengan capaian pajak sepanjang 2021 yang mencapai Rp1.231,87 triliun dan melampaui target.

Berita Lainnya