sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Reuni 212 tidak signifikan pengaruhi elektabilitas paslon

Pasangan Jokowi-Ma'ruf masih tetap unggul di papan survei versi LSI Denny JA.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 19 Des 2018 17:16 WIB
Reuni 212 tidak signifikan pengaruhi elektabilitas paslon
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA menggelar survei guna mengetahui pengaruh aksi Reuni 212 terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) Prabowo-Sandiaga Uno dan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019. Hasil survei menunjukkan aksi Reuni 212 tidak signifikan memengaruhi elektabilitas kedua paslon. 

"Pasca-Reuni 212, elektabilitas kedua capres-cawapres tidak ada perubahan dan cenderung stagnan. Jokowi-Ma'ruf tetap unggul dibandingkan Prabowo-Sandi," ujar peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di Kantor LSI, Jakarta Timur, Rabu (18/12).

Survei digelar pada 5-12 Desember 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden. Survei menggunakan wawancara tatap muka langsung. Margin of error berada di kisaran kurang lebih 2,8%. 

Hasil survei menunjukkan pasangan Jokowi-Ma'ruf memeroleh angka 54,2%, sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno hanya memeroleh angka 30,6%. Sebanyak 15,2% masih belum menentukan pilihannya. 

Dalam survei elektabilitas capres-cawapres yang dirilis LSI Denny JA pada awal Desember lalu, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf sebanyak 53,2%, sedangkan pasangan Prabowo-Sandi sebanyak 31,2%. Sebanyak 15,6 persen lainnya tidak menjawab.

Untuk survei kali ini, LSI juga melakukan klasifikasi dengan membedakan suara pemilih yang menyukai Reuni 212 dan pemilih yang tidak menyukai Reuni 212. Dari dua klasifikasi itu, pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul jika dibandingkan pasangan Prabowo-Sandiaga.

Di kategori pemilih yang suka adanya Reuni 212, Jokowi-Ma'ruf memperoleh angka 43,6%, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh angka 40,7%. Adapun pada kategori pemilih yang tidak suka adanya Reuni 212, Jokowi-Ma'ruf memperoleh angka 52,6%, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh angka 37,2%. 

"Jika dilihat dari dukungan antara yang tahu dan tidak tahu adanya Reuni 212, Jokowi-Ma'ruf memperoleh dukungan 61,6% dan Prabowo-Sandi mendapat dukungan 21,5%," ucapnya.

Sponsored

Menurut Adjie, Jokowi-Ma'ruf tetap unggul karena tidak ada indikasi Jokowi sama dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi 'target' peserta unjuk rasa 212 karena kasus penistaan agama. Terlebih, Jokowi kini juga menggandeng Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin sebagai pasangan. "Pak Jokowi tidak dianggap musuh umat Islam," imbuhnya. 

Lebih jauh, menurut Adjie, hasil sigi juga menunjukan mayoritas peserta Reuni 212 tetap menginginkan NKRI Pancasila, bukan NKRI Syariah seperti yang diutarakan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Berita Lainnya