sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Teriakan Prabowo presiden bergaung saat salat Jumat di Masjid Kauman

Sempat terdengar beberapa kali teriakan "Prabowo presiden" dari dalam Masjid Kauman Semarang setelah Capres Prabowo Subianto Jumatan.

Sukirno
Sukirno Sabtu, 16 Feb 2019 04:02 WIB
Teriakan Prabowo presiden bergaung saat salat Jumat di Masjid Kauman

Sempat terdengar beberapa kali teriakan "Prabowo presiden" dari dalam Masjid Kauman Semarang setelah Capres Prabowo Subianto menunaikan ibadah Shalat Jumat.

Usai Salat Jumat (15/2), Prabowo tampak berjalan keluar masjid bersama para pendukung dan jamaah lainnya. Namun, tidak lama kemudian terdengar teriakan "Prabowo presiden".

Mendengar teriakan dari orang-orang yang berjalan di dekat Prabowo itu, pengawal calon presiden nomor urut 02 ini langsung memberi isyarat agar hal tersebut dihentikan.

Teriakan tersebut terus terdengar hingga Prabowo masuk ke mobil, bahkan beberapa orang di samping masjid kemudian mengacungkan dua jarinya sebagai simbol dukungan terhadap pasangan capres bernomor urut 02.

Prabowo tiba di Masjid Kauman Semarang sekitar pukul 11.50 WIB dan langsung masuk melalui pintu belakang di sisi barat masjid.

Berdasarkan pengamatan, sejumlah kader Partai Gerinda terlihat berada di areal Masjid Kauman Semarang dengan mengenakan baju muslim tanpa atribut partai.

Sekitar 90 polisi dari Polrestabes Semarang, Polsek Semarang Tengah, dan Polsek Genuk dikerahkan untuk mengamankan kegiatan tersebut.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, kepada pers menyatakan Prabowo tetap melaksanakan salat Jumat di Masjid Kauman.

Sponsored

"Kalau sebelumnya terjadi kesalahpahaman, sekarang sudah clear, tidak ada masalah," katanya.

Ia menyatakan setelah melaksanakan salat Jumat, Prabowo akan menyampaikan pidato kebangsaan di salah satu hotel di Semarang.

"Ini merupakan kesempatan bagus untuk menyampaikan visi secara utuh tentang energi, pangan, infrastruktur, lingkungan, dan sumber daya alam," katanya.

Ia menegaskan bahwa penyampaian tersebut penting agar masyarakat tahu masalah dan tantangannya apa serta bagaimana jalan keluarnya.

Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mengingatkan pasangan calon presiden bernomor urut 02 agar tidak melakukan kegiatan kampanye di tempat ibadah.

"Kami selalu mengedepankan pencegahan daripada penindakan dan kami sudah ingatkan tim kampanye Prabowo-Sandiaga agar tidak ada kampanye di tempat ibadah, tidak hanya berlaku di masjid, tapi juga di tempat ibadah semua agama," kata Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiudin.

Ia menegaskan pihaknya tidak pernah melarang siapapun untuk menunaikan ibadah Salat Jumat di masjid karena hal tersebut menjadi urusan pribadi masing-masing dan bukan merupakan ranah Bawaslu Jateng.

Menurut dia, Bawaslu Jateng hanya ingin memastikan tidak ada kampanye di tempat ibadah, dalam hal ini masjid, dan jika ada kampanye maka itu merupakan bagian dari pelanggaran pidana pemilu Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. (Ant).