sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bamsoet klaim dapat dukungan 367 suara dari DPD Golkar

Bamsoet menyebut pendukungnya ingin ada perubahan di Golkar, termasuk target Pilpres 2024.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 18 Nov 2019 11:58 WIB
Bamsoet klaim dapat dukungan 367 suara dari DPD Golkar

Persaingan merebut suara menjadi Ketua Umum Golkar makin ketat. Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang disebut bakal maju menjadi ketua umum, optimis mampu memenuhi syarat dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD). 

Bamsoet mengklaim mendapat dukungan 367 suara dari DPD untuk maju sebagai calon ketua umum. Meski begitu, ia masih menunggu perkembangan selanjutnya untuk mencalonkan diri.

"Ya kita lihat nanti perkembangan selanjutnya," kata Bamsoet di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/11).

Untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum, para kandidat minimal syarat mendapat dukungan 30% dari DPD I. Dengan demikian, jika seorang bakal calon tidak mendapat dukungan 30%, maka otomatis ketua umum dipilih secara aklamasi. 

Bamsoet mengatakan, tidak dalam posisi mendukung atau menolak aklamasi seperti yang diharapkan terjadi oleh kubu Airlangga Hartarto. Sebaliknya, Bamsoet mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik suara.

"Yang punya suaralah yang nanti akan bersuara," pungkasnya.

Di sisi lain, menurut Ketua MPR ini, ada desakan dari bawah agar ia tetap maju sebagai calon. Dia mengatakan, pendukungnya menginginkan adanya perubahan di partai berlambang pohon beringin itu, termasuk target Pilpres 2024.

"Yang pasti kami meyakini desakan adanya perubahan di Partai Golkar cukup keras. Karena mereka juga berharap ada kemajuan dari Partai Golkar di 2024," jelas Bamsoet.

Sponsored

Walupun demikian, Bamsoet tidak menegaskan secara pasti terkait pencalonannya. Dia hanya hanya meminta untuk bersabar.

"Soal maju tidak maju ya tunggu saja, sabar aja kenapa sih. Belanda masih jauh," selorohnya.

Diketahui, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton pekan lalu, DPD I Golkar mendukung Airlangga Hartarto. Namun demikan, Bamsoet mengklaim pemilihan ketua umum tidak tergantung kepada DPD I, namun juga DPD II.

Menurut dia, berdasarkan dinamika intelrnal Golkar selama ini, suara DPD II biasanya tidak mengikuti DPD II. Itu artinya, dia ataupun calon lainnya masih memiliki peluang untuk terpilih sebagai orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin itu. 

"Jadi kita lihat nanti kecenderungan daripada suara tingkat II apakah sejalan dengan tingkat I atau memilih yang lain. Ada Bambang Utoyo, ada Ridwan Hisjam dan lain-lain," kata Bamoset.