Bravo 5 sebut purnawirawan TNI tak lagi di belakang Prabowo

Meski tak berlatar TNI, Jokowi dinilai lebih baik ketimbang Prabowo.

Bravo 5 sebut purnawirawan TNI tak lagi di belakang Prabowo Ketua Umum Relawan Bravo 5 Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi menyatakan sebagian besar keluarga besar Purnawirawan TNI tidak lagi berada dibelakang Prabowo Subianto. (Robi Ardianto/Alinea)

Ketua Umum Relawan Bravo 5, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, menyatakan sebagian besar keluarga besar Purnawirawan TNI tidak lagi berada di belakang Prabowo Subianto. 

Menurutnya, hal ini terjadi setelah kehadiran Bravo 5, yang diinisiasi oleh Luhut Binsar Panjaitan bersama rekan-rekannya. Bravo 5 dibentuk pada tahun 2013 lalu.

"Kalau Bravo 5 tidak muncul, yang secara nyata mendukung pak Jokowi, akan gampang dicitrakan bahwa keluarga besar TNI ada dibelakang Prabowo Subianto," katanya dalam sambutannya dalam deklarasi dukungan Perempuan Bravo 5 untuk paslon capres dan cawapres Jokowi-Maruf di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (8/11). 

Kehadiran Bravo 5, menurut Fachrul, bertujuan untuk membangun situasi yang lebih kondusif bagi Pemilihan Presiden pada 2014 lalu.

Dia beralasan, saat itu ada dua calon yang maju sebagai calon presiden, yaitu Joko Widodo yang berasal dari non TNI dan Prabowo yang berasal dari Mantan TNI. 

Kehadiran Bravo 5 saat itu, lebih bebas memilih siapa capres idaman mereka, tanpa harus ada dikotomi. Hal penting dalam kehadiran Bravo 5, menurut Fachrul, adalah membuat demokrasi lebih kondusif. "Itu yang kami inginkan," ujar mantan Wakil Panglima TNI itu.

Meskipun tidak mendukung tokoh yang berasal dari sesama purnawirawan TNI, dia yakin jiwa korsa mereka tidak akan pernah hilang.

"Pada saat menghadapi kepentingan yang lebih besar, jiwa korsa yang lebih kecil harus disisihkan," tegasnya. 

Dia menjelaskan, saat dihadapkan dengan persoalan bangsa atau dalam memilihnya pemimpin bangsa, yang dipilih adalah yang terbaik. 

"Tanpa mempersoalkan dia mantan TNI atau bukan TNI, dan Jokowi adalah yang terbaik," katanya. 

Fachrul pun memuji Jokowi, yang menurut pandangannya mampu membangun infrastruktur Indonesia hanya dalam 3 tahun saja. 

"Sudah sangat luar biasa, di luar ekspektasi orang banyak. Di luar ekspektasi pengamat dunia, hebat sekali," pujinya.


Berita Terkait