logo alinea.id logo alinea.id

Hadapi Pilkada 2020, PAN lakukan penjajakan

PAN sudah mulai berkomunikasi dengan PDIP, Golkar, NasDem dan PKS.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Senin, 29 Jul 2019 14:35 WIB
Hadapi Pilkada 2020, PAN lakukan penjajakan

Konsentrasi Partai Amanat Nasional (PAN) mulai masuk dalam pemilihan kepala daerah atau (Pilkada) serentak yang diselengarakan pada tahun 2020. PAN mulai melakukan penjajakan dengan sejumlah partai untuk berkonsolidasi dalam Pilkada 2020. 

Seperti diketahui pada Pilkada yang berlangsung tahun 2020 akan ada 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Pemilihan Bupati yang paling banyak dilakukan mencapai 224, Pemilihan Wali Kota sebanyak 37 dan Pemilihan Gubernur sebanyak 9.  

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, telah memulai penjajakan dengan partai Koalisi Indonesia Kerja dan partai eks pendukung Prabowo-Sandi untuk menghadapi Pilkada 2020. PAN telah membangun komunikasi dengan PDIP, Golkar, NasDem dan PKS untuk mencocokkan calon yang akan diusung. 

Meski telah melakukan komunikasi, Zulhas mengaku belum ada kesepakatan antar partai yang dijajaki PAN. Sebab masih perlu waktu untuk mematangkannya, diakuinya ada calon wakil yang diajukkan cocok tapi ada juga yang tidak.  

Alasan PAN mulai bergerak membangun koalisi di daerah karena tidak ingin terpaku membangun koalisi di tingkat pusat. Hal ini merujuk seperti yang dilakukan oleh beberapa partai politik pasca-Pilpres 2019. 

Bagi Zulhas, membangun koalisi di tingkat daerah tidak kalah penting untuk membangun kepemimpinan PAN. Ia juga menegaskan partai politik yang mesti bekerjasama dan tidak bisa sendiri-sendiri dalam mengusung pemimpin daerah. 

Zulhas menambahkan, membangun koalisi dengan partai mana pun dihalalkan dalam sistem perpolitikan Indonesia. Sebab baginya, Indonesia memiliki corak Demokrasi yang berbeda dengan negara lain, contohnya: Amerika yang terlihat jelas nuansa koalisi dan oposisi lantaran hanya memiliki dua partai.

"Indonesia multi partai, kalau Amerika ada Partai Demokrat ada Partai Republik. Apabila saya ingin mengusung bupati di kampung saya, maka tidak bisa saya lakukan sendiri mesti ajak teman. Jadi itu bedanya indonesia, khas multipartai yaitu Kerjasama," ujarnya.

Sponsored

Maka, komunikasi dinilai perlu termasuk dalam urusan pilkada. Apalagi pilkada tahun depan jumlahnya cukup banyak.