sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Masker palsu bahayakan nakes, bongkar peredarannya

Masker medis palsu menjadi salah satu faktor banyaknya nakes terpapar Covid-19.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 05 Apr 2021 21:01 WIB
Masker palsu bahayakan nakes, bongkar peredarannya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Temuan masker medis palsu di pasaran dinilai menambah panjang daftar masalah penanganan Covid-19 dan membuat nasib tenaga kesehatan (nakes) kian dipertaruhkan.

"Kita sedang berperang melawan pandemi dan para nakes yang berada di zona merah seharusnya mendapat perlindungan penuh dari pemerintah. Nyatanya, beragam persoalan membelit mereka, mulai dari soal insentif yang tertunda, jam kerja yang panjang hingga harus membeli sendiri alat pelindung diri seperti masker. Ditambah lagi sekarang dengan fakta beredarnya masker medis palsu di pasaran," Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Peredaran masker medis palsu itu terungkap berawal dari adanya donasi masker respirator N95 merek 3M kepada Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) dari masyarakat. Setelah diteliti, masker berstandar Amerika Serikat tersebut ternyata palsu.

"Masker adalah alat utama pelindung diri yang digunakan tenaga kesehatan. Jika  yang digunakan adalah masker palsu maka ini akan membahayakan nyawa mereka saat berhadapan langsung dengan pasien Covid-19," ujarnya.

Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS ini kemudian menyinggung pernyataan Satgas Covid-19 Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Penanganan, Mariya Mubarika, bahwa peredaran masker medis palsu menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan banyak tenaga kesehatan di Indonesia terpapar Covid-19.

"Saya meminta pemerintah dan pihak berwenang untuk membongkar peredaran masker palsu ini sampai ke akar-akarnya, jangan hanya di tingkat penjual eceran. Saya menduga ada jaringan yang mengedarkan masker medis palsu secara masif, bahkan dapat diperoleh dengan mudah melalui pasar online," ungkapnya.

Netty mengingatkan pemerintah agar memprioritaskan penggunaan anggaran Covid-19 guna memastikan perlindungan terhadap tenaga kesehatan. "Gunakan anggaran Covid-19 yang besar tersebut dengan skala prioritas. Perlindungan pada nakes adalah prioritas, lengkapi dan sediakan APD mereka dengan baik. Pastikan insentif dibayarkan sesuai waktunya. Beri kesempatan istirahat yang cukup dengan dukungan tenaga kesehatan cadangan atau relawan," ujar Netty.

Pemerintah, sambungnya, perlu memastikan tidak ada pihak atau oknum yang menjadikan Covid-19 sebagai lahan bisnis guna mencari keuntungan dengan cara menjual masker palsu.

Sponsored

"Saya mengingatkan kepada pemerintah agar menjaga situasi kondusif dengan tidak membiarkan  siapapun  menjadikan bencana non-alam seperti Covid-19 sebagai lahan mengeruk keuntungan. Ini  adalah bencana bagi kita semua, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan. Apalagi seperti menjual masker palsu yang dapat membahayakan nyawa manusia," pungkasnya.

Berita Lainnya