sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pendukung yakin Airlangga menang secara aklamasi

Dalam kurun tiga pekan terakhir dukungan kepada Airlangga Hartarto selaku petahana mengalir deras.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Selasa, 09 Jul 2019 10:04 WIB
Pendukung yakin Airlangga menang secara aklamasi

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah mengantongi lebih dari 400 pemilik suara. Dukungan itu diperoleh Airlangga menjelang Musyawarah Nasional atau Munas Golkar yang akan berlangsung pada Desember 2019.

Klaim tersebut diungkapkan oleh Ketua DPP Golkar bidang Kerjasama Ormas Sabil Rachman. Karena mayoritas dukungan mengalir kepada Menteri Perindustrian itu, menurut Sabil, tak menutup kemungkinan pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam munas dilakukan secara aklamasi.

"Saya kira jika melihat luas dan banyaknya dukungan kepada Pak Airlangga Hartarto saat ini yang berada di atas 400 pemilik suara, maka aklamasi bukan hal yang tidak mungkin," kata Sabil di Jakarta, Selasa (9/7).

Pemilik suara di Munas Golkar terbagi menjadi beberapa tingkatan. Yakni DPD tingkat II sebanyak 514 suara, DPD tingkat I 34 suara, DPP 1 suara, ormas pendukung 10 suara, dan Dewan Pembina 1 suara. Distribusi pemilik suara ini  sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar.

Menurut Sabil, menjelang Munas Golkar Desember 2019, para calon ketua umum maupun para pemilik suara tentu telah membangun komunikasi politik guna menyampaikan gagasan dan harapan. Serta membangun kesepahaman dukungan. "Proses ini biasanya berlangsung dinamis dan butuh kemampuan meyakinkan serta kepiawaian calon menjual diri dan gagasannya," kata Sabil.

Menurut Sabil, dalam kurun tiga pekan terakhir dukungan kepada Airlangga Hartarto selaku petahana mengalir deras. Dia menilai, Airlangga selaku calon ketua umum petahana telah teruji dalam mengelola dan mengarahkan tujuan partai.

Ia yakin Airlangga tidak akan sulit meyakinkan pemilik suara. “Menjelang Munas Golkar, pemilik suara meyakini kemampuan dan kapasitas serta komitmen kuat Airlangga Hartarto,” ujar Sabil.

Meskipun hanya memimpin Golkar selama lebih kurang 13 bulan menjelang pemilu, kata Sabil, Airlangga mampu mengantarkan Golkar sebagai peraih kursi terbanyak kedua, yakni 85 kursi setelah PDI Perjuangan. Padahal, secara bersamaan Partai Golkar diterpa berbagai problem, terutama menjelang atau saat masa kampanye.

Sponsored

"Bagi sebagian besar pemilik suara, capaian itu adalah keberhasilan di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto dalam menghadang badai dan karena itu harus, layak dan sepantasnya diapresiasi," ujar Sabil.

Menurut Sabil, aklamasi terhadap Airlangga Hartarto merupakan sikap yang demokratis dan mulia. Tak menutup kemungkinan terjadi pada Munas mendatang, sehingga bisa mengantarkan Airlangga memimpin Golkar untuk periode kedua.

Lebih lanjut, Sabil mengatakan, aklamasi akan mengurangi resistensi proses politik dan membawa saham untuk menjamin nihilnya keterbelahan kader, sehingga Golkar akan sangat solid menjalankan roda partai.

"Ini modal Golkar memenangi kontestasi politik tidak hanya untuk Pileg dan Pilpres 2024, juga Pilkada yang akan berlangsung sebelum 2024," ujarnya. (Ant)