sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Zulhas jadi menteri, pakar: Jokowi tidak menyelesaikan persoalan!

Trubus menilai, keberadaan Zulhas di Kemendag tidak akan pengaruh pada kondisi yang ada

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 15 Jun 2022 17:17 WIB
Zulhas jadi menteri, pakar: Jokowi tidak menyelesaikan persoalan!

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiyansah menilai, pelantikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) mengindikasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak berniat untuk menyelesaikan persoalan di Kementerian Perdagangan (Kemendag), terutama sengkarut minyak goreng. Menurutnya, Jokowi menunjuk Zulhas sebagai menteri hanya demi mengakomodir PAN secara politis.

"Presiden hanya ingin mengakomodir PAN dalam kabinet, karena sudah bergabung di koalisi, tetapi gak dikasih kursi. Itu tidak ada kaitannya dengan perdagangan," ujar Trubus saat dihubungi Alinea.id, Rabu (15/6).

Trubus menegaskan, penunjukan Zulhas sebagai menteri menunjukan bahwa Jokowi tidak berniat menyelesaikan hajat hidup orang banyak. Jokowi hanya mau menampung PAN yang sudah tidak punya kekuatan sejak ditinggal Amien Rais. 

"Pesannya sebenarnya tidak ada niat menyeselaikan persoalan minyak goreng. Zulkifli itu tidak punya kapasitas di situ. Kalau politisi, harusnya gandeng teknokrat," kata Trubus.

Trubus menilai, keberadaan Zulhas di Kemendag tidak akan berpengaruh pada kondisi yang ada. Menurutnya, Zulhas tidak bisa menyelesaikan tata kelola minyak goreng. 

"Ini kan cuma mikirin 2024 saja. Ini cuma konsoloidasi politik. Yang publik harapkan adalah perubahan ekonomi. Teapi presiden tidak akan berani mengganti menteri di bidang ekonomi," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan, Zulhas sebagai Menteri Perdagangan sudah sesuai rencana. Menurut Jokowi, Zulhas memiliki rekam jejak dan kemampuan yang mumpuni untuk mengemban tugas sebagai pembantunya.

"Iya, kita melihat semuanya, rekam jejak, pengalaman, kemudian terutama skil manajerial. Karena sekarang memang bukan hanya makro tetapi juga mikro, juga harus secara detail dikerjakan," kata Jokowi dalam konferensi pers usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/6). 

Sponsored

Jokowi mengatakan, terkait sektor perdagangan, Zulhas memiliki pengalaman yang panjang. Alasan itu lah ia memilih mantan lawan politiknya itu, untuk terjun ke bawah melihat langsung kebutuhan rakyat.

"Kalau urusan ekspor saya kira juga menjadi urusan perdagangan (Kemendag). Tetapi yang lebih penting adalah urusan kebutuhan pokok dalam negeri, harus bisa kita jaga," kata Jokowi.

Sementara, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, masuknya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) ke dalam Kabinet Indonesia Maju akan menimbulkan kecemburuan antarpartai Islam di koalisi pemerintah. Hal ini berkaitan dengan pelantikan Zulhas sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) hari ini untuk menggantikan posisi Muhammad Lutfi.

"Cemburu pasti ada, terutama dari partai Islam yang sudah dulu bergabung. Tetapi kekecewaan itu tak ditunjukkan ke publik," kata Adi kepada wartawan, Rabu (15/6). 

Adi berpendapat, kecemburuan itu berpotensi menciptakan suasana ketidakharmonisan di internal koalisi. Sebab, parpol koalisi lain menilai PAN tak berjuang memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu. 

"Sejauh ini terlihat harmonis. Entah ke depan ketika rivalitas pemilu makin mengeras. Secara manusiawi pasti partai lain tak happy karena PAN dinilai tak berkeringat atas pemenangan Jokowi," ujarnya. 

Selain itu, reshuffle kali ini sangat kental nuansa politisnya. Menurutnya, pelantikan tidak berdasarkan evaluasi atas kinerja menteri yang dinilai kurang berprestasi. 

"Buktinya sejumlah partai koalisi dapat juga jatah politik di posisi wamen. Misalnya PSI dan PBB," pungkas Adi.

Berita Lainnya
×
tekid