sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BKPM pastikan investasi China tak terpengaruh konflik Natuna

China berada di posisi kedua setelah Singapura sebagai investor asing terbesar di Indonesia.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 07 Jan 2020 10:38 WIB
BKPM pastikan investasi China tak terpengaruh konflik Natuna

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan masalah di perairan Natuna, Kepulauan Riau, tidak akan berpengaruh terhadap investasi China di Indonesia.

"Kalau berbicara persoalan Natuna dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Investasi adalah investasi, hubungan bisnis antara kedua belah pihak. Sementara kalau Natuna adalah urusan kedaulatan," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (7/1).

Menurut dia, penyelesaian persoalan Natuna adalah dalam tataran hubungan diplomasi yang baik. Diharapkan hubungan diplomasi yang baik akan mendukung proses investasi kedua pihak.

"Tugas saya adalah bagaimana meyakinkan mereka (investor), bagaimana Indonesia adalah tempat yang positif bagi investasi,"ujarnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menegaskan tidak ada tawar-menawar mengenai kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama yang terkait teritorial negara di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

“Tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara Jakarta, Senin (6/1).

Ia mengatakan hal tersebut berkaitan dengan memanasnya tensi hubungan diplomatik antara Indonesia dengan China dalam beberapa hari terakhir lantaran sejumlah kapal nelayan China masih bertahan di Perairan Natuna hingga saat ini.

Kapal-kapal asing tersebut melakukan penangkapan ikan yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

Sponsored

Di sisi lain, TNI sudah mengerahkan delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) berpatroli untuk pengamanan Perairan Natuna, Kepulauan Riau, hingga Senin (6/1).

Berdasarkan data BKPM, investasi China di Indonesia pada triwulan III-2019 mencapai US$1.023 miliar atau sekitar Rp14.322 triliun (kurs Rp14.000). 

Nilai tersebut membuat China berada di posisi ketiga dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.  Adapun jumlah proyek China di Indonesia mencapai 555 proyek.

Realisasi investasi China pada periode Januari hingga September 2019 mencapai US$3,313 miliar atau Rp46,382 triliun. Jumlah proyek China di Indonesia pun mencapai 1.619 proyek. 

Jumlah tersebut membuat China berada di posisi kedua setelah Singapura, negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.

Berita Lainnya