sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia menyumbang 53% dari budi daya kelapa sawit dunia

Ini adalah ekspor paling menguntungkan Indonesia setelah batu bara dan minyak bumi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 13 Nov 2020 17:21 WIB
Indonesia menyumbang 53% dari budi daya kelapa sawit dunia

Pemerhati lingkungan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Poppy Ismalina mengungkapkan, Indonesia masih menjadi negara dengan penghasil emisi karbon terbesar di dunia.

Pada 2015, Indonesia berada pada urutan keempat sebagai negara dengan tingkat emisi karbon terbesar di dunia, yang dihasilkan dari proses deforestasi hutan dan penggunaan bahan bakar fosil untuk energi.

"Ada kontradiksi dalam upaya pengurangan emisi karbon Indonesia. Indonesia adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar keempat di dunia pada 2015. Emisi tersebut berasal dari kehutanan 59% dan sisanya dari sampah dan lainnya," katanya dalam webinar dengan Greenpeace Indonesia, Jumat (13/11).

Tak hanya itu, sepanjang 2000 hingga 2015 setiap tahunnya Indonesia kehilangan rata-rata 498.000 hektare hutan dan lahan gambut akibat dari proses pembukaan perkebunan kelapa sawit. 

Alih fungsi hutan ke perkebunan kelapa sawit tersebut, telah berkontribusi besar terhadap perusakan lingkungan dan meningkatkan emisi karbon nasional. 

"Indonesia menyumbang 53% dari budi daya kelapa sawit dunia. Ini adalah ekspor paling menguntungkan Indonesia setelah batu bara dan minyak bumi," ucapnya.

Tak hanya itu, Indonesia juga penghasil batu bara terbesar ke-10 di dunia dan sebagian besar yaitu 80% di antaranya diekspor ke luar negeri. Padahal negara lain, mulai perlahan meninggalkan energi fosil tersebut karena memiliki dampak lingkungan yang berat.

Sedangkan, dalam hal pemanfaatan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang menguat, populasi yang meningkat, dan kelas menengah yang terus berkembang.

Sponsored

"Batu bara adalah salah satu sumber emisi terbesar pencemaran udara, polusi air, dan kerusakan lingkungan lainnya," ujarnya.

Poppy juga mengungkapkan, pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai pembangkit listrik di dalam negeri porsinya hanya sebesar 5%. Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lainnya di dunia yang mulai mengalihkan energi fosil ke energi alternatif.

"Ini memicu emisi karbon yang bisa menjadi evaluasi Jokowi dalam mengambil kebijakan ke depan," ucapnya.

Berita Lainnya
×
tekid