sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jakarta rugi Rp6 triliun per tahun karena macet

Kemenhub membangun moda transportasi terintegrasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Sabtu, 19 Sep 2020 16:57 WIB
Jakarta rugi Rp6 triliun per tahun karena macet
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, DKI Jakarta merugi hingga Rp6 triliun per tahunnya karena kemacetan sejak 2017-2020. Pemerintah pun membangun moda transportasi yang integrasi guna mengurai masalah tersebut.

"Dari data 2017 menunjukan yang terjadi di Jakarta ada kerugian Rp6 triliun rupiah per tahun akibat kemacetan," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam acara "Jakarta Marketing Week 2020" secara daring, Sabtu (19/9).

Strategi yang mulai diintensifikasi pemerintah dengan menyediakan moda raya terpadu (MRT) dan bus raya terpadu (BRT). "Kita berupaya melakukan pengentasan kemacetan dengan sistem transportasi massal MRT dan BRT," ujarnya.

Dengan penduduk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebesar 30 juta, menurutnya, keberadaan transportasi seperti MRT dan BRT mampu melayani mobilitas masyarakat sebanyak 88 juta per hari. Pun berdampak positif terhadap sektor ekonomi.

"Menyumbang 20% pergerakan ekonomi nasional. Ini perlu pembenahan agar transportasi benar-benar menjadi 'urat nadi' perekonomian, khususnya Jabodetabek," ucapnya.

Meski demikian, Budi menyadari, keberadaan moda transportasi di Jakarta belum mencukupi untuk mendukung pergerakan warga yang tinggi, sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan.

Untuk itu, Kemenhub akan terus mengoptimalkan pembangunan sarana transportasi yang terintegrasi. Dengan begitu, setiap orang yang bepergian memiliki sarana transportasi yang mendukung mobilitasnya.

"Harapan saya, kita selalu bisa bikin moda transportasi yang baik di Jakarta ini, sehingga dapat melayani warga dari rumah hingga ke tujuan akhir," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya