sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemprov Banten hapus denda pajak kendaraan bermotor

Kebijakan ini untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19).

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Rabu, 01 Apr 2020 17:35 WIB
Pemprov Banten hapus denda pajak kendaraan bermotor

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menghapus denda pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan. Tujuannya, mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19) serta pelemahan ekonomi.

Kebijakan diberlakukan selama lima bulan. Per 1 April-31 Agustus 2020.

"Semua upaya akan kita lakukan, agar PAD Provinsi Banten tetap dalam kondisi baik. Salah satunya, melalui penerimaan pendapatan asli daerah," kata Gubernur Banten, Wahidin Halim, Rabu (1/4).

Penghapusan denda berlaku untuk beberapa hal. Macam bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), mutasi masuk dari luar-dalam daerah, dan penghapusan tarif progresif.

Keputusan tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penghapusan Sanksi Administratif atau Denda PKB Tahunan, BBNKB Mutasi Masuk dari Luar Daerah, Mutasi Dalam Daerah, dan Penghapusan Tarif Progresif di Wilayah Provinsi Banten. 

WH, sapaan Wahidin, yakin, kebijakan itu mendongkrak pendapatan pajak secara optimal di tengah krisis virus SARS-CoV-2. Apalagi, Banten menjadi provinsi ketiga terbesar terkait penyebarannya.

"Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, karena ini waktunya cukup lama. Dan saya harap bisa turut meringankan beban pemprov Banten," ucap dia.

Sementara, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten, Opar Sohari, menerangkan, menjelaskan, penghapusan denda PKB tahunan berlaku bagi wajib pajak (WP) yang belum membayar pajak tahunan. Besaran sanksi yang dihapuskan 100% dari total denda yang ditetapkan dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah.

Sponsored

Begitu pun BBNKB-2 dengan penghapusan tarif 1%. "Gubernur juga menghapus tarif progresif bagi setiap orang pribadi yang memiliki kendaraan bermotor kedua dan seterusnya," tutupnya.

Berita Lainnya
×
tekid