sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Realisasi proyek infrastruktur Jokowi di Sumatra

Tidak tanggung, Jokowi meresmikan tiga proyek infrastruktur sekaligus di Lampung, Sumatera Selatan. 

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 08 Mar 2019 19:24 WIB
Realisasi proyek infrastruktur Jokowi di Sumatra

Potensi pengembangan

Sementara itu, Jokowi menyatakan pengelolaan Bandara Radin Inten II harus segera diserahkan ke PT Angkasa Pura II (Persero). Saat ini, Bandara Radin Inten II masih dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan.

Jokowi menyebut pengelolaan oleh AP II akan mendatangkan lebih banyak penerbangan domestik dan internasional di Bandara Radin Inten II. "Diserahkan saja ke AP II agar pengelolaan, pengembangan lebih cepat," ujar Jokowi.

Pada Agustus 2018, UPBU Kemenhub dan AP II sudah menandatangani Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait serah-terima pengelolaan Bandara Radin Inten II.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan saat ini proses penyerahan pengelolaan Bandara Radin Inten II ke AP II telah memasuki tahap verifikasi aset Barang Milik Negara.

Presiden Joko Widodo di terminal penumpang Bandara Radin Inten II, Lampung. / Istimewa

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan diharapkan dalam waktu dekat pembahasan pengelolaan bandara tersebut bisa dituntaskan. Nilai Investasi yang sudah disiapkan bagi pengembangan Bandara Radin Inten II untuk jangka waktu 30 tahun ke depan diperkirakan sebesar Rp500 miliar.

"Sudah termasuk perluasan terminal penumpang pesawat," kata dia dalam siaran resmi, Jumat (8/3).

Khusus terminal penumpang, pengembangan akan dilakukan pada 2019 hingga 2020 dengan investasi sekitar Rp 150 miliar. Adapun terminal penumpang Bandara Radin Inten II saat ini memiliki luas 5.000 meter persergi. 

Sementara, Polana mengatakan saat ini sudah ada permintaan dari beberapa maskapai nasional untuk membuka rute penerbangan internasional dari bandara ini. Menurut Polana, banyak rute internasional yang potensial dibuka dari Lampung. Selain Singapura, juga ke Malaysia, Hongkong dan Timur Tengah.

"Sudah ada permintaan dari Lion dan Citilink untuk membuka penerbangan  dan  ke dan dari Singapura. Kami sudah menyetujuinya tinggal mereka mengajukan izin rutenya," kata dia.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi pembangunan terminal dan dermaga eksekutif akan menambah kapasitas sekaligus meningkatkan pelayanan penyeberangan Merak-Bakaueheni. Ira juga menyebut terminal eksekutif ini menjadi urat nadi penghubung Jawa dan Sumatera. 

"Penyeberangan Merak-Bakauheni akan mengalami percepatan waktu tempuh pelayaran dari 2,5 jam (reguler) menjadi satu jam dengan kapal eksekutif," kata dia.